Krimsus86.com Jambi, 23 April 2026 — Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menegaskan komitmennya dalam mendukung institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia agar tetap menjaga marwah dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota Polri yang dinilai dapat mencederai kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. FRIC menilai, penguatan nilai-nilai dasar menjadi langkah strategis untuk mencegah terulangnya pelanggaran serupa di masa mendatang.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah FRIC Provinsi Jambi menyampaikan bahwa penguatan wawasan kebangsaan dan moral Pancasila merupakan fondasi utama yang harus terus ditanamkan kepada seluruh personel Polri.
“Wawasan kebangsaan dan moral Pancasila sangat penting karena keduanya langsung berkaitan dengan tugas Polri di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.
Pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi Polri: Penguatan wawasan kebangsaan dinilai krusial dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengingat anggota Polri bertugas di berbagai wilayah dengan latar belakang budaya, suku, dan agama yang beragam. Nilai Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi landasan dalam menjaga persatuan.
Selain itu, wawasan kebangsaan juga berperan dalam menjaga netralitas dan profesionalisme, terutama dalam situasi politik maupun konflik sosial. Personel Polri diharapkan mampu memahami dan mendeteksi berbagai potensi ancaman seperti radikalisme, separatisme, dan intoleransi sejak dini.
Pentingnya Moral Pancasila bagi Polri: FRIC juga menekankan bahwa nilai-nilai dalam Pancasila merupakan pedoman etika dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Setiap sila mengandung prinsip penting, mulai dari penghormatan terhadap kebebasan beragama, perlakuan humanis dan menjunjung tinggi HAM, hingga penegakan hukum yang adil tanpa diskriminasi.
Moral Pancasila dinilai sebagai benteng utama dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran, seperti penyalahgunaan wewenang, tindakan represif berlebihan, hingga praktik korupsi. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, Polri diharapkan mampu membangun kembali dan memperkuat kepercayaan publik.
FRIC menilai bahwa penguatan wawasan kebangsaan merupakan “kompas” dalam menentukan arah pengabdian kepada negara, sementara moral Pancasila menjadi “pengendali” dalam setiap tindakan personel di lapangan.
Sebagai penutup, FRIC berharap pimpinan Polri dapat terus memperkuat nilai-nilai tersebut, sejalan dengan pedoman internal seperti Tribrata dan Catur Prasetya, guna mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, dan berintegritas tinggi.
“Harapannya, Polri semakin dipercaya masyarakat dan mampu menjalankan tugas secara optimal demi menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas perwakilan FRIC.(HUMED DPP FRIC)






