KRIMSUS86.COM TOBA, 18 April 2026 — Upaya pencarian korban tenggelam atas nama Fr. Cristoper Rustam Muda Dua (21) di kawasan Air Terjun Situmurun resmi dihentikan setelah tujuh hari pelaksanaan pencarian tanpa hasil.
Penutupan operasi pencarian ditandai dengan kegiatan misa/doa bersama serta prosesi tabur bunga yang dilaksanakan pada Sabtu (18/4/2026) di Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba. Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kapolsek Lumbanjulu, AKP Nandi Butarbutar, bersama keluarga korban, relawan, dan masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh dan pihak terkait, antara lain Uskup Pangkal Pinang, perwakilan Fakultas Filsafat Sintar UNIKA St. Medan (romo, suster, dan frater), perwakilan paroki dari Onan Runggu, Tomok, dan Parapat, unsur pemerintah kecamatan, Basarnas Danau Toba, serta aparat TNI-Polri dan masyarakat.
Misa/doa dipimpin oleh Uskup Pangkal Pinang, dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di lokasi kejadian sebagai bentuk penghormatan sekaligus penanda berakhirnya operasi pencarian.
Selama tujuh hari pelaksanaan, tim gabungan telah melakukan berbagai upaya maksimal, termasuk penyelaman dengan alat pendeteksi tubuh di dalam air, serta pemantauan menggunakan drone di bawah permukaan dan di atas perairan hingga radius 1.400 meter. Pencarian dilakukan di area dengan kedalaman mencapai sekitar 100 meter.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Danau Toba, BPBD Kabupaten Toba, Polres Toba, Koramil Lumbanjulu, TNI AL, pihak swasta, keluarga korban, serta masyarakat sekitar.
Kapolres Toba AKBP V.J. Parapaga, S.I.K melalui Plt Kasi Humas Ipda Khairudin menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar kawasan perairan dan wisata Danau Toba, agar segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban.
“Hingga hari ketujuh, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun petunjuk lain. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan sesuatu yang mencurigakan,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan penutupan operasi pencarian berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam beraktivitas, khususnya di kawasan wisata perairan.(Arzaq Khair//red)






