BUPATI MUBA KUKUHKAN PENGURUS KTNA MASA BAKTI 2026–2031, INDRA KUSUMAJAYA TERPILIH SECARA AKLAMASI

SEKAYU, KRIMSUS86.COM — Bupati Musi Banyuasin (Muba), H. M. Toha Tohet, S.H., mengukuhkan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Musi Banyuasin masa bakti 2026–2031 di Auditorium Pemerintah Kabupaten Muba, Senin (12/10/2026).

Dalam proses pemilihan kepengurusan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Muba, Indra Kusumajaya, S.H., M.Si., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KTNA Kabupaten Muba. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat peran organisasi sebagai wadah komunikasi dan jembatan aspirasi petani serta nelayan kepada pemerintah daerah.

Berita Lainnya

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah, organisasi petani dan nelayan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.

Bupati Muba Minta KTNA Aktif Menyerap Aspirasi Petani

Dalam sambutannya, Bupati Muba H. M. Toha Tohet menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus KTNA yang baru dikukuhkan. Ia juga mengapresiasi kepengurusan sebelumnya atas kontribusi dan kerja sama yang telah terjalin dengan pemerintah daerah.

Menurut Toha, KTNA memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah memahami berbagai kebutuhan, kendala, serta persoalan yang dihadapi petani dan nelayan di lapangan.

Ia meminta pengurus yang baru agar aktif menjalin komunikasi dengan para petani dan nelayan, sekaligus menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah sehingga berbagai persoalan dapat ditangani secara bersama-sama.

“Saya minta KTNA aktif menjadi jembatan bagi petani dengan pemerintah. Sampaikan keluhan dan kebutuhan petani kepada pemerintah daerah. Jangan sungkan berkoordinasi dengan Pemkab Muba agar persoalan di lapangan bisa kita carikan solusinya bersama,” ujar Toha.

Bupati menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara organisasi petani dan pemerintah merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Muba Perkuat Produksi Pangan dan Pengembangan Pertanian

Lebih lanjut, Toha menyampaikan bahwa Kabupaten Musi Banyuasin memiliki potensi besar di sektor pertanian, didukung oleh hamparan lahan yang luas dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Muba, kata dia, memprioritaskan peningkatan produksi padi serta peremajaan karet rakyat pada tahun ini. Pengembangan sektor perkebunan juga menjadi perhatian dengan mempertimbangkan potensi lahan dan kebutuhan masyarakat.

Selain meningkatkan produksi pertanian, Bupati mendorong petani agar mulai mengembangkan pengolahan gabah secara mandiri. Langkah tersebut dinilai dapat memberikan nilai tambah terhadap hasil panen sekaligus membuka peluang pemasaran produk lokal ke luar daerah dengan menggunakan merek sendiri.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi petani dalam rantai usaha pertanian, sehingga mereka tidak hanya berperan sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari pengolahan dan pemasaran hasil produksi.

Pemerintah daerah berharap dukungan KTNA dapat mendorong pemanfaatan potensi pertanian secara optimal, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Musi Banyuasin.

Dinas TPHP Dorong Konsolidasi Pengurus hingga Kecamatan

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Muba, Ir. A. Thamrin, menyampaikan harapan agar kepengurusan KTNA masa bakti 2026–2031 mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kelompok tani.

Ia turut mengapresiasi kontribusi pengurus sebelumnya, termasuk dalam upaya optimalisasi lahan rawa serta dukungan terhadap penyaluran benih dan pupuk bersubsidi.

Menurutnya, tantangan pembangunan pertanian ke depan membutuhkan kerja sama yang lebih kuat, terutama dalam meningkatkan luas tanam, produktivitas lahan, dan produksi beras di Kabupaten Muba.

“Tugas kita ke depan tidak ringan. Kita harus mendukung peningkatan luas tanam dan produksi beras, khususnya di Muba. Saya berharap pengurus yang baru segera melakukan konsolidasi dan membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan agar program kerja dapat disusun dan dilaksanakan bersama,” katanya.

Pembentukan kepengurusan hingga tingkat kecamatan diharapkan dapat memperluas jangkauan organisasi dalam menyerap aspirasi petani, mengidentifikasi persoalan pertanian, serta menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan program pemerintah.

Dengan demikian, keberadaan KTNA diharapkan tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pelaksanaan program pembangunan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani di setiap wilayah.

Indra Kusumajaya Siap Perjuangkan Aspirasi Petani dan Nelayan

Ketua KTNA Kabupaten Muba terpilih, Indra Kusumajaya, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Muba beserta Dinas TPHP atas dukungan dan fasilitasi pelaksanaan rembuk serta pengukuhan kepengurusan KTNA.

Ia menjelaskan bahwa KTNA merupakan organisasi independen yang menjadi wadah komunikasi, musyawarah, dan penyampaian aspirasi petani serta nelayan.

Oleh karena itu, Indra berharap KTNA dapat dilibatkan dalam pembahasan dan perumusan kebijakan daerah yang berkaitan dengan pembangunan sektor pertanian dan perikanan.

Menurutnya, keterlibatan organisasi tersebut penting agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang bekerja langsung di sektor pertanian.

Dalam kesempatan itu, Indra juga menyoroti kondisi sejumlah persawahan di wilayah Sekayu yang mengalami kekeringan hingga menyebabkan gagal panen.

Ia menilai kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak karena berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian dan ketersediaan beras di Kabupaten Musi Banyuasin.

Persoalan kekeringan, menurutnya, membutuhkan koordinasi antara petani, organisasi KTNA, penyuluh pertanian, dan pemerintah daerah untuk mencari solusi yang tepat sesuai dengan kondisi lahan serta kebutuhan petani.

Indra menegaskan bahwa KTNA siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi petani sekaligus mendorong langkah-langkah yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

KTNA Siapkan Partisipasi dalam Peda Tahun 2027

Selain memperkuat koordinasi di tingkat daerah, KTNA Kabupaten Muba juga mulai mempersiapkan keterlibatan petani dalam agenda Pekan Daerah (Peda) KTNA yang diselenggarakan setiap empat tahun.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada tahun 2027.

Indra berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi petani dan nelayan untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta mengenal perkembangan inovasi dan teknologi di bidang pertanian.

KTNA Muba juga menyatakan kesiapan untuk mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang belum produktif dan memperkuat komunikasi dengan pemerintah terkait berbagai persoalan yang dihadapi petani.

“Kami berharap KTNA terus dilibatkan dan diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi petani. Dengan komunikasi yang baik, persoalan di lapangan dapat ditangani bersama demi meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,” imbuhnya.

Menurut Indra, keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kemampuan meningkatkan pendapatan, memperluas kesempatan usaha, serta memberikan kepastian bagi petani dalam mengembangkan usaha mereka.

KTNA Diharapkan Menjadi Mitra Strategis Pemerintah

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Abusari, S.H., M.Si., yang juga menjabat sebagai Sekretaris KTNA Provinsi Sumatera Selatan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Muba atas fasilitasi kegiatan rembuk dan pengukuhan pengurus KTNA.

Ia menjelaskan bahwa KTNA merupakan organisasi kekeluargaan yang bergerak di bidang pertanian dalam arti luas dan dijalankan secara sukarela dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, keberadaan KTNA memiliki arti penting dalam membangun kebersamaan, memperkuat komunikasi antarpelaku usaha pertanian, serta memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan.

Ia berharap kepengurusan baru KTNA Kabupaten Muba dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik, memperkuat koordinasi dengan pemerintah, dan terus mendorong kemajuan sektor pertanian di daerah.

Penguatan peran organisasi petani dan nelayan dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan kondisi cuaca, persoalan pengairan, kebutuhan sarana produksi, hingga peningkatan nilai jual hasil panen.

Melalui kerja sama yang berkelanjutan, berbagai persoalan tersebut diharapkan dapat diidentifikasi lebih cepat dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan masing-masing pihak.

Sejumlah Pejabat Hadir dalam Pengukuhan

Kegiatan pengukuhan pengurus KTNA Kabupaten Musi Banyuasin masa bakti 2026–2031 tersebut turut dihadiri Kasdim 0401 Muba Mayor Arm Edi Hermanto, Kasat Binmas Polres Muba AKP Ade Nurdin, S.H., Plt. Asisten II Setda Muba Akhmad Toyibir, S.STP., M.Si., serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba.

Hadir pula para penyuluh pertanian dan anggota KTNA dari berbagai wilayah di Kabupaten Musi Banyuasin.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru tersebut, KTNA Muba diharapkan mampu menjalankan perannya secara aktif, memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, serta menjadi wadah perjuangan aspirasi petani dan nelayan.

Sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Musi Banyuasin.

Pewarta: Enismiyana

Editor: Redaksi KRIMSUS86.COM

Pos terkait