MAKASSAR — KRIMSUS86.COM — Beredarnya video klarifikasi terkait pemberitaan dugaan perjudian berkedok perlombaan sabung ayam yang disebut berlangsung di wilayah satuan Batalyon Kostrad, Kabupaten Maros, menuai sorotan. Pasalnya, seorang pria berinisial ASR mengaku tidak mengetahui dan tidak pernah membuat maupun menulis narasi pemberitaan yang kemudian dikaitkan dengan dirinya.
ASR mengatakan, dirinya baru mengetahui adanya agenda klarifikasi setelah dihubungi oleh salah seorang awak media melalui panggilan WhatsApp sekitar pukul 23.21 WITA pada Minggu (23/8/2026). Dalam komunikasi tersebut, ASR diminta untuk dijemput guna menghadiri pertemuan dan memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan judi berkedok perlombaan yang disebut melibatkan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Menurut ASR, sebelum dirinya tiba di sebuah kedai kopi di kawasan Jalan Toddopuli, Kota Makassar, sudah terdapat sejumlah pihak yang berada di lokasi. Ia mengaku melihat sejumlah pria berbadan kekar dan berambut cepak yang diduga berasal dari unsur Denpom XIV/4 Makassar.
Dalam pertemuan tersebut, ASR menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan pemberitaan mengenai dugaan sabung ayam yang tengah menjadi perhatian publik.
“Iya betul, Bang. Kalau itu saya tidak mengetahui pemberitaan terkait sabung ayam di wilayah Kostrad. Kalau pemberitaan itu bukan saya yang buat,” ungkap ASR kepada awak media, Selasa (25/8/2026).
ASR selanjutnya mengaku keberatan karena dalam pertemuan tersebut dirinya diminta membuat video klarifikasi yang kemudian beredar luas di media sosial. Ia menyebut video tersebut membuat dirinya seolah-olah memiliki keterkaitan dengan pemberitaan yang sebelumnya viral.
“Saya sangat dirugikan dengan adanya video klarifikasi dengan meminta maaf atas yang beredar di sosial media, karena tidak ada kaitannya dengan pemberitaan tersebut. Saya merasa hanya dijadikan korban terkait pemberitaan itu,” jelasnya.
ASR juga menyayangkan beredarnya video tersebut secara luas. Ia mengaku sebelumnya telah meminta agar identitas atau wajahnya dikaburkan demi alasan keamanan, mengingat persoalan yang diberitakan berkaitan dengan satuan militer dan telah menjadi perhatian luas di media sosial.
Menurutnya, dirinya tidak mengetahui persoalan tersebut sejak awal sehingga merasa keberatan apabila video klarifikasi yang dibuat kemudian dipersepsikan sebagai bentuk pertanggungjawaban dirinya atas pemberitaan tersebut.
Sebelumnya, pemberitaan mengenai dugaan judi berkedok perlombaan sabung ayam tersebut ramai diberitakan di berbagai platform media sosial. Salah satu pemberitaan yang beredar pada 23 Agustus 2026 mengangkat dugaan adanya pertandingan final ayam Bangkok yang disebut berlangsung di kawasan Kostrad dengan nilai taruhan mencapai sekitar Rp500 juta.
Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa pertandingan antara Yolanda versus Theptroy bukan merupakan bagian dari perlombaan yang digelar secara umum, melainkan disebut sebagai pertandingan yang telah disepakati sebelumnya atau big game.
Namun demikian, terkait seluruh informasi tersebut, pihak-pihak yang disebut maupun berkaitan dengan pemberitaan tersebut tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi, hak jawab, dan hak koreksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
KRIMSUS86.COM menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan tindak pidana dalam pemberitaan ini masih merupakan klaim atau informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut. Setiap pihak yang disebut dalam pemberitaan tetap memiliki hak untuk memberikan penjelasan, dan dugaan tidak dapat diposisikan sebagai kesimpulan atau vonis sebelum terdapat proses hukum dan pembuktian yang sah.
(Red/Krimsus86.com)






