KENDARI, SULAWESI TENGGARA — KRIMSUS86.COM, Senin, 5 Oktober 2026 — Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan menyelimuti sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Selatan, termasuk kawasan Kota Makassar, pada Senin pagi.
Kondisi tersebut menyebabkan langit tampak keruh dengan warna kekuningan dan pucat. Di sejumlah lokasi, jarak pandang dilaporkan mengalami penurunan. Kondisi udara yang berasap juga mulai dikeluhkan masyarakat karena menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti iritasi mata dan gangguan pada saluran pernapasan.
Asap yang terpantau di wilayah Sultra dan Sulsel diduga berkaitan dengan sebaran asap karhutla dari wilayah lain yang terbawa oleh pergerakan angin. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan dapat menyebar lintas wilayah, bahkan mencapai kawasan yang berjarak cukup jauh dari sumber kebakaran.
Pemantauan kondisi udara dilakukan sejak pagi hari. Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila kondisi udara memburuk atau muncul gangguan kesehatan.
Kelompok masyarakat yang dinilai lebih rentan terhadap paparan asap antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat asma maupun penyakit jantung.
Untuk mengurangi dampak paparan asap, masyarakat diimbau melakukan sejumlah langkah pencegahan, di antaranya:
Menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
Menutup rapat pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
Mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kondisi udara masih berasap.
Memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga kondisi tubuh.
Segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, atau gangguan pernapasan yang tidak kunjung membaik.
Masyarakat juga diharapkan terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara, kondisi karhutla, serta perubahan cuaca dan arah angin dari instansi berwenang.
Kondisi kabut asap berpotensi bertahan apabila arah angin masih membawa massa udara dari wilayah terdampak kebakaran. Perubahan cuaca, peningkatan kecepatan angin, maupun turunnya hujan dapat memengaruhi kondisi tersebut.
Pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan serta mengambil langkah penanganan apabila kualitas udara semakin menurun.
Masyarakat diminta tetap tenang, menjaga kesehatan, membatasi paparan asap, serta saling mengingatkan keluarga dan lingkungan sekitar agar tetap waspada terhadap dampak kabut asap.
(Risal Sultra // Redaksi)






