Kapolres Indramayu Duduk Bersila di Aspal Bersama Mahasiswa, Redam Ketegangan dan Buka Ruang Dialog

INDRAMAYU – KRIMSUS86.COM – Sikap humanis ditunjukkan Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., saat turun langsung meredakan ketegangan dalam aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa Cipayung Plus di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (29/10/2026).

Di tengah situasi aksi yang sempat diwarnai saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian, Kapolres Indramayu memilih maju ke tengah kerumunan untuk menenangkan massa dan mencegah situasi semakin memanas.

Berita Lainnya

Bahkan, AKBP Prianggo terlihat duduk bersila di atas aspal bersama mahasiswa dan sejumlah anggota DPRD. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka ruang komunikasi serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa menyampaikan aspirasi secara langsung.

Aksi unjuk rasa yang dimulai sejak siang hari di Pendopo Indramayu itu kemudian berlanjut ke Gedung DPRD Kabupaten Indramayu hingga petang. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Indramayu dan DPRD Kabupaten Indramayu.

Situasi sempat memanas ketika massa meminta para wakil rakyat hadir secara langsung untuk mendengarkan aspirasi mereka. Menghadapi kondisi tersebut, Kapolres bersama jajaran kepolisian terus mengedepankan pendekatan persuasif, komunikasi, dan pengamanan secara humanis.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.12 WIB, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Indramayu menemui massa aksi untuk mendengarkan tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Meski sempat terjadi dinamika di lapangan, secara keseluruhan kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan kondusif.

Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan bahwa dinamika yang terjadi merupakan bagian dari situasi pengamanan aksi unjuk rasa.

“Terkait situasi tadi, itu dinamika. Kita fokus untuk melakukan pengamanan. Adapun secara keseluruhan jalannya aksi unjuk rasa berjalan dengan baik, hanya ada sedikit dinamika,” ujar AKP Tarno.

Sekitar pukul 19.00 WIB, massa mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Menurut AKP Tarno, terdapat momen yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pengamanan tersebut, yakni ketika Kapolres Indramayu memilih duduk bersama mahasiswa di tengah jalan untuk mendengarkan aspirasi sekaligus menjaga situasi tetap terkendali.

Sikap tersebut mencerminkan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam mengawal kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.

Di tengah perbedaan pandangan dan tingginya dinamika aksi, komunikasi, kesabaran, serta kesediaan untuk saling mendengarkan menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya konflik yang lebih besar.

Peristiwa ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pengamanan aksi unjuk rasa tidak semata-mata mengedepankan kekuatan personel, tetapi juga membutuhkan pendekatan dialogis agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik.

Sumber: Humas Polres Indramayu

Editor: Wardono Hs., S.E. – Korwil Jawa Barat

KRIMSUS86.COM – Tegas, Lugas, Terpercaya.

Pos terkait