DARI PESANTREN HINGGA PARIWISATA, L. DESWAN MIHARJA TAWARKAN ARAH BARU PEMBANGUNAN DESA MERTAK TOMBOK

LOMBOK TENGAH, KRIMSUS86.COM — Calon Kepala Desa Mertak Tombok, L. Deswan Miharja, menawarkan sejumlah gagasan pembangunan desa yang berfokus pada penguatan nilai-nilai religius, optimalisasi sektor pertanian dan perikanan, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Melalui visi dan misi yang diperkenalkan kepada masyarakat, L. Deswan Miharja mengusung slogan “Satu Suara Menuju Perubahan Bersama” sebagai semangat untuk mendorong terwujudnya Desa Mertak Tombok yang mandiri, sejahtera, religius, dan berdaya saing.

Berita Lainnya

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penguatan nilai-nilai religius berbasis pesantren. Gagasan tersebut diarahkan untuk memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat sekaligus menjadikan nilai-nilai moral dan kebersamaan sebagai bagian penting dalam pembangunan desa.

Di sektor ekonomi, L. Deswan Miharja menawarkan optimalisasi potensi pertanian dan perikanan melalui konsep agrominapolitan. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lebih produktif, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Selain penguatan sektor pertanian dan perikanan, pengembangan desa wisata terpadu dengan konsep agro-religi juga masuk dalam agenda yang ditawarkan. Konsep tersebut berupaya mengintegrasikan potensi pertanian, kehidupan religius masyarakat, dan peluang pariwisata dalam satu pendekatan pembangunan yang berkelanjutan.

Apabila direncanakan dan dilaksanakan secara tepat, pengembangan tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif penggerak ekonomi masyarakat. Namun, realisasinya tentu membutuhkan pemetaan potensi desa, kesiapan infrastruktur, keterlibatan masyarakat, serta perencanaan yang sesuai dengan kemampuan anggaran desa.

TATA KELOLA TRANSPARAN DAN PELAYANAN PUBLIK

Dalam bidang pemerintahan, L. Deswan Miharja turut menekankan pentingnya tata kelola desa yang transparan dan profesional. Peningkatan kualitas pelayanan publik serta penyerapan aspirasi masyarakat menjadi bagian dari misi yang ditawarkan.

Tata kelola yang terbuka dinilai penting agar proses penyelenggaraan pemerintahan desa dapat berjalan secara akuntabel, sementara keterlibatan masyarakat diharapkan menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan.

Dengan demikian, program-program desa nantinya diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pelayanan yang lebih baik dan pengelolaan potensi desa secara bertanggung jawab.

LIBATKAN PEMUDA DAN PERKUAT KONEKTIVITAS ANTARDUSUN

Peran generasi muda juga mendapat perhatian dalam visi dan misi yang disampaikan. Keterlibatan pemuda dipandang sebagai salah satu unsur penting dalam mendukung inovasi, kegiatan sosial, serta pengembangan potensi ekonomi desa.

Di bidang infrastruktur, pembangunan dan peningkatan konektivitas jalan antardusun turut menjadi bagian dari agenda yang ditawarkan. Konektivitas yang memadai diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta meningkatkan akses terhadap pelayanan publik.

Meski demikian, pelaksanaan program infrastruktur tetap memerlukan penentuan skala prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat, kondisi lapangan, ketersediaan anggaran, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

REALISASI PROGRAM MENJADI TANTANGAN

Berbagai gagasan yang ditawarkan L. Deswan Miharja menjadi bagian dari pilihan arah pembangunan bagi masyarakat Desa Mertak Tombok. Perpaduan antara penguatan nilai religius, pemberdayaan ekonomi lokal, pengembangan pariwisata, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan infrastruktur menjadi sejumlah aspek yang disorot dalam program tersebut.

Namun, keberhasilan setiap program nantinya akan sangat bergantung pada perencanaan yang terukur, kemampuan pengelolaan anggaran, dukungan masyarakat, koordinasi dengan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi, serta konsistensi pelaksanaan apabila yang bersangkutan memperoleh amanah untuk memimpin desa.

Karena itu, masyarakat diharapkan dapat mencermati visi dan misi setiap calon kepala desa secara objektif, dengan mempertimbangkan kejelasan program, manfaat yang ditawarkan, kemampuan pelaksanaan, serta komitmen terhadap kepentingan bersama.

Kontestasi demokrasi di tingkat desa diharapkan tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin, tetapi juga momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa Mertak Tombok.

Pada akhirnya, perubahan desa membutuhkan lebih dari sekadar gagasan. Diperlukan komitmen, kerja sama, transparansi, dan partisipasi masyarakat agar setiap program yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.

Pewarta: Hamidri

KRIMSUS86.COM — Tegas, Lugas, Terpercaya.

Pos terkait