MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN — KRIMSUS86.COM — Setelah lebih dari 11 tahun mengalami kerusakan, jalan lintas yang menghubungkan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), hingga Muara Enim, kini mulai mendapatkan perbaikan melalui pengecoran di sejumlah titik.
Perbaikan jalan yang selama ini dinantikan masyarakat tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi warga yang setiap hari menggunakan jalur penghubung antarkabupaten di Provinsi Sumatera Selatan.
Realisasi perbaikan ini turut mendapat perhatian karena sebelumnya Abusari, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari daerah pemilihan Musi Banyuasin, telah menyampaikan interupsi dalam sidang paripurna DPRD Sumsel untuk mendesak pemerintah agar segera menangani kerusakan jalan tersebut.
Interupsi itu menjadi bagian dari upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan infrastruktur jalan yang layak, aman, dan mendukung aktivitas perekonomian warga.
SEJUMLAH TITIK MULAI DICOR
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai dilakukan pengecoran. Perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.
Seorang warga Musi Banyuasin menyampaikan rasa syukur atas dimulainya perbaikan jalan yang telah lama dinantikan.
“Alhamdulillah, setelah lebih dari 11 tahun tidak ada perbaikan serius, sekarang sebagian sudah dicor. Ini yang kami tunggu-tunggu,” ujar seorang warga pada Jumat (9/10/2026).
Menurut masyarakat, kondisi jalan yang rusak selama bertahun-tahun tidak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan serta mengganggu distribusi barang dan jasa.
JALUR STRATEGIS PENGGERAK PEREKONOMIAN
Jalan lintas Sekayu–PALI–Muara Enim merupakan salah satu jalur penting yang menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah Sumatera Selatan.
Selain menghubungkan sejumlah kabupaten, jalur tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas perdagangan, distribusi hasil usaha, hingga perjalanan sehari-hari.
Karena itu, kondisi jalan yang layak menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Kerusakan yang berlangsung lama dinilai dapat menambah beban biaya perjalanan, memperlambat distribusi barang, serta meningkatkan risiko bagi pengendara.
Dimulainya pengecoran di sejumlah titik pun disambut positif oleh masyarakat. Warga berharap langkah perbaikan ini menjadi awal dari penanganan menyeluruh terhadap seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan.
WARGA APRESIASI PERJUANGAN ASPIRASI
Masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas dimulainya perbaikan jalan tersebut. Apresiasi juga disampaikan kepada Abusari yang dinilai telah menyuarakan kebutuhan warga melalui forum resmi DPRD Sumsel.
Bagi masyarakat, perjuangan terkait infrastruktur tidak cukup berhenti pada penyampaian aspirasi. Hal yang paling dinantikan adalah tindak lanjut nyata berupa pembangunan dan perbaikan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Meski demikian, warga mengingatkan agar pengerjaan jalan tidak berhenti hanya pada beberapa titik tertentu. Mereka berharap seluruh bagian jalan yang mengalami kerusakan dapat ditangani secara bertahap hingga tuntas.
“Kalau ada kerusakan kecil, segera ditambal sebelum menjadi lubang besar. Pemeliharaan rutin itu kuncinya agar jalan yang sudah bagus tidak cepat rusak lagi,” tegas seorang warga.
HARAPAN PERBAIKAN BERKELANJUTAN
Masyarakat juga berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan pemerintah kabupaten terkait terus diperkuat agar penanganan infrastruktur dapat berjalan secara berkelanjutan.
Perbaikan jalan dinilai harus disertai pengawasan terhadap kualitas pekerjaan dan pemeliharaan rutin agar hasil pembangunan dapat bertahan lama serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Bagi warga Musi Banyuasin, perbaikan Jalan Sekayu–PALI–Muara Enim bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan jawaban atas penantian panjang terhadap infrastruktur yang layak.
Masyarakat kini menaruh harapan agar pengecoran yang telah dimulai dapat dilanjutkan hingga seluruh ruas yang rusak tertangani, sehingga jalur strategis tersebut kembali mendukung kelancaran transportasi, keselamatan pengguna jalan, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pewarta: Enismiyana
Redaksi: KRIMSUS86.COM






