INDRAMAYU, KRIMSUS86.COM — Kondisi jembatan penghubung antara Blok Karang Asem dan Blok Kedung Waru Balong, Desa Drunten Wetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikeluhkan warga. Jembatan yang menjadi salah satu akses utama masyarakat tersebut dinilai sudah dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Berdasarkan keterangan warga, kondisi jembatan yang telah berusia cukup lama tersebut mengalami kerusakan pada sejumlah bagian. Pagar pengaman yang masih menggunakan material bambu juga disebut sudah tidak layak, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang setiap hari melintas.
Jembatan tersebut selama ini digunakan sebagai akses aktivitas warga, termasuk anak sekolah, petani, serta masyarakat yang membawa hasil pertanian. Selain menunjang mobilitas warga, keberadaan jembatan juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perekonomian masyarakat di kedua blok.
“Setiap hari kami lewat sini, rasanya takut ambruk. Apalagi kalau membawa motor, papannya goyang dan ada yang bolong-bolong. Sudah lama rusak, tetapi belum ada perbaikan,” ungkap salah seorang warga.
Warga berharap Pemerintah Desa Drunten Wetan, Pemerintah Kecamatan Gabuswetan, serta Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui dinas teknis terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dapat melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi jembatan tersebut.
Masyarakat juga berharap adanya langkah penanganan, baik berupa perbaikan sementara untuk aspek keselamatan maupun pembangunan jembatan yang lebih layak dan permanen.
Pemdes Klaim Proposal Sudah Diajukan Sejak 2024
Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Drunten Wetan, Jaya Hadisiswanto, membenarkan bahwa pihak pemerintah desa sebelumnya telah mengajukan proposal pembangunan jembatan tersebut.
“Ya Pak, kami dari Pemerintah Desa sudah melayangkan proposal untuk pembangunan jembatan tersebut sekitar tahun 2024 lalu. Dari pihak Dinas PUPR Bidang PSDA juga sudah melakukan survei lokasi dan membuat peta saat itu,” ujar Jaya saat ditemui awak media.
Namun, menurut Jaya, hingga saat ini belum ada realisasi pembangunan sebagaimana yang diharapkan pemerintah desa dan masyarakat.
“Kemudian hingga saat ini belum ada tindakan atau realisasi. Jujur kami sedikit kecewa, tetapi mau bagaimana lagi,” imbuhnya.
Jaya berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah terhadap usulan tersebut. Ia juga menyampaikan harapan agar media serta organisasi kewartawanan dapat turut mengawal proses tindak lanjut proposal yang telah diajukan.
“Kami berharap dengan dibantu pihak media Rajawali Nusantara TV dan Organisasi Ikatan Wartawan Online Indonesia Kabupaten Indramayu bisa mengawal proposal kami yang sempat tertunda atau tertumpuk, dan kemungkinan bisa jadi hilang tak berbekas,” tutupnya.
Kondisi jembatan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat setempat. Warga berharap persoalan infrastruktur tersebut dapat segera mendapatkan tindak lanjut dari pihak berwenang, sehingga akses pendidikan, aktivitas ekonomi, serta mobilitas masyarakat antara Blok Karang Asem dan Blok Kedung Waru Balong tetap berjalan dengan aman.
Wardono – Korwil Jabar
KRIMSUS86.COM






