LAMPUNG, KRIMSUS86.COM — Dinamika internal Partai Golkar di Provinsi Lampung kembali menjadi perhatian menyusul proses Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Tanggamus.
Ketua Depidar VII Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Provinsi Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie (ADT), menyatakan berencana menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan konsolidasi organisasi di daerah.
Rencana tersebut disampaikan Alzier dalam konteks tanggung jawab moralnya sebagai pimpinan organisasi pendiri Partai Golkar untuk ikut mendorong soliditas serta keberlangsungan konsolidasi partai di Lampung.
“Sebagai Ketua Depidar VII/SOKSI Provinsi Lampung, saya mempunyai tanggung jawab moral terhadap soliditas Partai Golkar,” ujar Alzier, sebagaimana diberitakan media lokal pada Jumat malam, 25 September 2026.
Soroti Konsolidasi Internal
Alzier menilai dinamika yang muncul dalam sejumlah agenda Musda DPD II Golkar di Lampung perlu mendapatkan perhatian dari struktur partai di tingkat pusat.
Menurutnya, konsolidasi organisasi perlu tetap mengedepankan mekanisme internal, komunikasi antarkader, serta kepentingan menjaga keutuhan organisasi.
Ia juga menilai perbedaan pandangan di internal partai sebaiknya memiliki ruang penyelesaian melalui mekanisme organisasi yang sesuai dengan aturan.
“Bagaimana Partai Golkar bisa besar jika konflik terus mewarnai partai ini di Lampung. Sementara partai lain sudah berlari,” ujar Alzier.
Pernyataan Alzier sebelumnya juga diberitakan media lokal pada 22 September 2026 terkait dinamika internal Golkar Lampung.
Musda Bandar Lampung Tetapkan Rycko Menoza
Salah satu dinamika yang menjadi perhatian terjadi dalam Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung yang berlangsung pada Senin, 21 September 2026.
Dalam forum tersebut, H. Rycko Menoza SZP., MBA. ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung periode 2026–2031.
Rycko menjadi satu-satunya bakal calon yang mendaftarkan diri hingga batas akhir penjaringan dan dinyatakan memenuhi persyaratan pencalonan. Penetapan tersebut kemudian disahkan melalui forum Musda.
Setelah penetapan ketua, agenda berlanjut pada pembentukan dan penyusunan kepengurusan melalui tim formatur. Sejumlah pemberitaan media lokal menyebut proses tersebut sempat mengalami perbedaan pandangan dan belum langsung menghasilkan susunan kepengurusan secara lengkap.
Namun, terdapat pula pemberitaan yang menyebut tim formatur telah menyelesaikan tugasnya, sementara pelantikan kepengurusan baru masih menunggu penetapan lebih lanjut sesuai mekanisme organisasi.
Perbedaan laporan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan mengenai penyelesaian struktur kepengurusan perlu terus dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Usai Musda, Rycko Menoza juga mengajak seluruh kader dan elemen Partai Golkar Kota Bandar Lampung untuk kembali merapatkan barisan dan menjaga soliditas internal.
Musda Tanggamus Turut Menjadi Perhatian
Selain Bandar Lampung, proses Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Tanggamus juga menjadi bagian dari dinamika konsolidasi yang disoroti Alzier.
Sejumlah pemberitaan sebelumnya mengaitkan agenda Musda Golkar Tanggamus dengan proses konsolidasi organisasi dan keputusan struktur partai di tingkat pusat.
Dalam konteks tersebut, Alzier mendorong agar persoalan internal dapat diselesaikan melalui mekanisme organisasi, komunikasi antara struktur DPP dan daerah, serta penghormatan terhadap ketentuan internal Partai Golkar.
Alzier Dorong Penyelesaian melalui Mekanisme Organisasi
Alzier menempatkan dinamika Musda tersebut sebagai bagian dari kepentingan konsolidasi Partai Golkar di Lampung.
Menurut pandangannya, perbedaan kepentingan maupun pandangan dalam organisasi politik merupakan bagian dari dinamika internal yang perlu dikelola melalui komunikasi dan mekanisme yang berlaku.
Rencana pertemuan dengan Bahlil Lahadalia diharapkan menjadi ruang penyampaian aspirasi dari unsur organisasi pendiri Partai Golkar mengenai kondisi konsolidasi di daerah.
Di sisi lain, penetapan Rycko Menoza sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung periode 2026–2031 merupakan hasil resmi Musda XI. Tahapan berikutnya berkaitan dengan penyusunan kepengurusan dan pelaksanaan konsolidasi organisasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Menunggu Langkah DPP
Rencana Alzier menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjadi perkembangan terbaru dalam dinamika internal Golkar Lampung.
Apabila pertemuan tersebut terlaksana, penyampaian aspirasi dari unsur organisasi pendiri dapat menjadi salah satu bagian dari komunikasi internal antara unsur daerah dan struktur pusat.
Bagi Partai Golkar di Lampung, keberlanjutan konsolidasi akan bergantung pada mekanisme internal partai, komunikasi antara DPP dan DPD, serta kemampuan seluruh unsur organisasi membangun kesepahaman mengenai kepengurusan dan arah kerja ke depan.
(AN/RED)






