MAKASSAR — KRIMSUS86.COM — Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Sulawesi Selatan mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat pengawasan publik sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Kebangsaan bertema “Peran Akademisi, Ormas, Jurnalis, LSM dan OKP dalam Pemberantasan Korupsi” yang digelar LMPI Sulsel di Warkop Azzahrah, Jalan Ratulangi, Makassar, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur akademisi, organisasi kemasyarakatan, jurnalis, LSM, OKP, masyarakat, serta aparat penegak hukum untuk bertukar gagasan mengenai pengawasan penggunaan anggaran negara dan pelaksanaan berbagai program pemerintah.
Ketua LMPI Sulsel, Andi Noer Aliem, S.Pd., mengatakan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
“Teman-teman LSM, ormas, OKP, akademisi dan jurnalis merupakan bagian penting untuk memperkuat pengawasan. Jangan sampai kepentingan masyarakat justru dikorbankan,” ujar Andi.
Menurutnya, sejumlah sektor perlu menjadi perhatian bersama, antara lain pengelolaan dana desa, proyek pemerintah, serta berbagai program yang menggunakan anggaran negara.
Andi menilai kolaborasi antarelemen masyarakat dapat membantu memperkuat pengawasan sekaligus mendorong transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Informasi Dugaan Korupsi Harus Didukung Data
Dalam dialog tersebut, Andi juga menekankan pentingnya masyarakat memahami tugas dan kewenangan masing-masing aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan kejaksaan.
Ia meminta setiap informasi mengenai dugaan penyimpangan disampaikan melalui mekanisme yang tepat dan didukung data maupun dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita ingin masyarakat paham sampai di mana tugas dan kerja kepolisian maupun kejaksaan. Informasi dan jaringan masyarakat menjadi bagian penting dalam memberikan informasi terkait dugaan korupsi,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan melalui unsur Asisten Intelijen serta perwakilan Polda Sulsel.
Kehadiran unsur aparat penegak hukum menjadi bagian dari ruang komunikasi antara masyarakat sipil dan institusi penegak hukum dalam membangun pemahaman mengenai pencegahan serta penanganan dugaan tindak pidana korupsi.
Andi juga menyampaikan bahwa LMPI Sulsel memiliki mekanisme dalam menerima informasi masyarakat terkait dugaan penyimpangan.
“LMPI ini punya cara tersendiri dalam melakukan pemberantasan korupsi, khususnya dalam menerima laporan. Kami juga mendapatkan pembekalan mengenai cara-cara menginvestigasi informasi terkait dugaan korupsi,” ungkapnya.
KPJ Makassar Meriahkan Dialog
Dialog Kebangsaan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dengan penampilan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Makassar.
KPJ Makassar membawakan sejumlah lagu karya Iwan Fals, di antaranya Bento, Bongkar, dan Wakil Rakyat. Para peserta dan narasumber turut bernyanyi bersama sehingga menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan.
Pernyataan Sikap Komitmen Antikorupsi
Pada kesempatan yang sama, peserta juga membacakan pernyataan sikap sebagai bentuk komitmen terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Pernyataan sikap tersebut dibacakan oleh Djusman AR, salah satu narasumber sekaligus Penasehat LMPI Sulawesi Selatan, didampingi Ketua LMPI Sulsel Andi Noer Aliem dan Sekretaris LMPI Sulsel Djaya Jumain.
Melalui dialog tersebut, LMPI Sulsel berharap pengawasan publik dapat terus diperkuat melalui komunikasi, kolaborasi, edukasi, serta penyampaian informasi secara bertanggung jawab kepada lembaga yang memiliki kewenangan.
LMPI Sulsel juga berharap Dialog Kebangsaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengangkat berbagai persoalan terkait wawasan kebangsaan, pengawasan publik, pemberantasan korupsi, serta partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
(Melki//red)






