SELAGAI LINGGA, LAMPUNG TENGAH — KRIMSUS86.COM — Sebanyak 26 siswa-siswi SD Negeri Taman Sari, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026).
Para siswa tersebut dilaporkan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih memerlukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pihak berwenang.
Menanggapi kejadian tersebut, Rayyan Pubian Paksu menghubungi pengawas program MBG untuk meminta penjelasan mengenai kronologi kejadian. Dalam komunikasi tersebut, pengawas MBG disebut telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala SPPG di Kampung Tulung Panji berkaitan dengan dugaan adanya bahan makanan yang tidak layak konsumsi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada Rayyan, sebelumnya terdapat daging yang dinilai tidak layak konsumsi dan telah dipisahkan dari bahan makanan lainnya. Namun, kemudian muncul pertanyaan mengenai bagaimana bahan tersebut dapat kembali tercampur dalam proses penyediaan makanan.
“Ada daging yang tidak layak konsumsi dan sudah dipisahkan. Tapi saya juga kaget, kok bisa tercampur lagi,” demikian keterangan yang disampaikan Rayyan berdasarkan komunikasinya dengan pihak SPPG.
Atas kejadian tersebut, Rayyan meminta pengelola SPPG, termasuk pihak yang bertanggung jawab terhadap proses penyediaan makanan serta tenaga ahli gizi di dapur MBG Kampung Tulung Panji, melakukan evaluasi dan pemeriksaan secara menyeluruh.
Menurutnya, kejadian tersebut perlu ditangani secara serius mengingat program MBG berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan peserta didik sebagai penerima manfaat.
“Kalau memang terbukti terjadi kelalaian dalam proses pengolahan dan pengawasan makanan, harus ada evaluasi dan pertanggungjawaban. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan kembali menimpa anak-anak sekolah,” ujar Rayyan.
Sementara itu, masyarakat meminta pihak terkait segera melakukan pemeriksaan medis terhadap para siswa serta pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan, apabila masih tersedia. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Pengawasan terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemeriksaan kualitas, hingga distribusi kepada siswa juga diharapkan diperketat guna mencegah kejadian serupa.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat disimpulkan. Hasil pemeriksaan medis maupun pemeriksaan terhadap sampel makanan juga masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak sekolah, pengelola SPPG, tenaga kesehatan, serta instansi terkait.
KRIMSUS86.COM akan terus melakukan konfirmasi dan pemutakhiran informasi berdasarkan keterangan resmi dari pihak-pihak yang berwenang.
(Sahrul//red)






