BANDUNG — FRIC — Peran kearifan lokal dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan nasional dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut disampaikan Abah Anton selaku perwakilan Majelis Adat Sunda (Masda) Jabar dalam agenda silaturahmi bersama jajaran Badan Intelijen Negara (BIN), yang turut disimak oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).
Dalam pertemuan tersebut, Abah Anton menyampaikan bahwa Masda Jabar merupakan wadah masyarakat adat yang memiliki jaringan komunitas budaya di berbagai daerah. Menurutnya, masyarakat Sunda tidak hanya berada di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, tetapi juga tersebar di berbagai wilayah Nusantara.
Abah Anton menekankan pentingnya cultural approach atau pendekatan budaya dalam berbagai aspek pembangunan, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia (SDM).
“Cultural approach atau pendekatan budaya merupakan pola yang tepat dan efektif dalam berbagai aspek pembangunan, khususnya pembangunan sumber daya manusia,” ujar Abah Anton, Sabtu (12/9/2026).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pendekatan berbasis kebudayaan memiliki sifat universal karena lebih mengedepankan aspek rasa dan kedekatan dengan masyarakat, selain pertimbangan rasional.
Menurut Abah Anton, Indonesia sebagai negara dengan keragaman etnis, adat, dan budaya membutuhkan pola pembangunan SDM yang mampu menyesuaikan dengan karakter serta nilai-nilai lokal di masing-masing daerah.
Ia juga menilai penguatan budaya dapat menjadi salah satu instrumen sosial dalam mencegah berkembangnya berbagai ancaman terhadap persatuan masyarakat, termasuk radikalisme, intoleransi, dan tindakan anarkis.
Atas dasar tersebut, Abah Anton mendorong agar pembangunan SDM ke depan tidak hanya mengandalkan pendekatan struktural dan rasional, tetapi juga memperkuat pendekatan kultural dengan melibatkan tokoh adat, komunitas seni, serta elemen masyarakat di daerah.
Dalam kesempatan itu, Abah Anton menyatakan kesiapan jaringan Masda Jabar di berbagai wilayah Nusantara untuk membangun kerja sama konkret melalui komunitas budaya lokal, sepanjang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan kewenangan masing-masing pihak.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari pihak BIN. Sestama BIN mengapresiasi kehadiran dan masukan dari Majelis Adat Sunda, khususnya terkait pentingnya pendekatan budaya dalam membangun komunikasi dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Sestama BIN juga menyampaikan rencana untuk mendorong jajaran Kabinda di daerah agar semakin memperhatikan pemberdayaan masyarakat melalui tradisi, budaya, dan komunitas seni lokal sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional.
Pertemuan kemudian diarahkan untuk ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih teknis terkait peluang kerja sama antara komunitas adat dan lembaga terkait. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan sosial dan persatuan nasional.
Agenda silaturahmi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan ditutup dengan ramah tamah serta foto bersama.
(RED//TIM MEDIA FRIC)






