MUSI BANYUASIN | KRIMSUS86.COM — Krisis air bersih yang dirasakan masyarakat di Kecamatan Sungai Keruh, Kecamatan Jirak Jaya dan sejumlah wilayah sekitarnya mulai menjadi keluhan serius warga. Kondisi tersebut dinilai telah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan membutuhkan perhatian serta langkah konkret dari pemerintah.
Warga meminta persoalan kesulitan air bersih tidak dipandang sebagai keluhan biasa, melainkan sebagai kondisi yang perlu segera ditangani oleh pemerintah sesuai dengan kewenangan masing-masing, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin hingga Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Desakan tersebut disampaikan Yamin, salah seorang masyarakat Desa Sindang Marga, kepada awak media, Kamis (3/9/2026). Ia berharap seluruh jajaran pemerintah dapat turun langsung melihat kondisi masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan sumber air bersih.
“Seluruh jajaran pemerintah desa, kecamatan, Bupati sampai Gubernur harus turun tangan dan kerja nyata, bukan hanya duduk manis melihat warga lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” tegas Yamin.
Menurutnya, masyarakat saat ini tidak membutuhkan sekadar wacana maupun janji penanganan. Hal yang paling dibutuhkan warga adalah adanya langkah nyata agar kebutuhan air bersih dapat segera terpenuhi.
Dulu Persoalan Jalan, Kini Warga Menjerit karena Air
Yamin menilai persoalan yang saat ini dihadapi masyarakat merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Jika sebelumnya keluhan masyarakat banyak berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan, kini warga harus menghadapi persoalan yang secara langsung berdampak terhadap kehidupan sehari-hari.
“Di saat masyarakat tidak menjerit karena jalan rusak, sekarang kami menjerit karena sumber air bersih,” katanya.
Menurut warga, kesulitan memperoleh air bersih seharusnya menjadi perhatian serius sebelum kondisi tersebut semakin meluas dan berdampak lebih besar terhadap aktivitas serta kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Yamin juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar masyarakat di wilayah tersebut mendapatkan perhatian yang sama dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
“Pak Gubernur, kami adalah bagian dari masyarakat Sumatera Selatan juga,” ujarnya.
Warga Menunggu Langkah Konkret
Kondisi tersebut kini menimbulkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat, antara lain terkait pendataan warga terdampak, langkah penanganan yang telah atau akan dilakukan, serta kemungkinan distribusi bantuan air bersih apabila kondisi di lapangan memang membutuhkan penanganan darurat.
Warga berharap pemerintah terkait dapat segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan mengambil langkah sesuai hasil pendataan serta kondisi riil masyarakat di lapangan.
Persoalan air bersih, menurut warga, tidak cukup hanya ditangani melalui rapat dan pernyataan. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai langkah nyata yang dapat dirasakan secara langsung.
Pemerintah desa, kecamatan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin hingga Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan diharapkan dapat berkoordinasi sesuai dengan kewenangan masing-masing dalam merespons aspirasi masyarakat tersebut.
Krisis air bersih ini juga dinilai dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan dalam menghadapi persoalan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketika sumber air yang selama ini digunakan warga mulai sulit diandalkan.
Warga berharap persoalan tersebut tidak harus menunggu menjadi perhatian luas terlebih dahulu sebelum mendapatkan penanganan.
Karena bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih, persoalannya bukan sekadar keluhan, melainkan kebutuhan sehari-hari yang harus segera mendapat solusi.
Kini warga telah menyampaikan aspirasi. Yang mereka nantikan adalah langkah nyata dan kehadiran pemerintah di lapangan.
Sebab ketika masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih, pemerintah tidak cukup hanya mendengar—tetapi perlu segera bergerak sesuai kewenangan dan tanggung jawabnya.
Pewarta: Enismiyana//red






