SURABAYA | KRIMSUS86.COM — Pemerintah Kabupaten Buol terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui langkah proaktif dalam membuka peluang investasi. Tidak hanya menunggu investor datang, Pemerintah Kabupaten Buol memilih strategi langsung mendatangi calon mitra usaha guna membuka peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat, khususnya para petani.
Langkah tersebut dilakukan Bupati Buol H. Risharyudi Tri Wibowo saat melakukan pertemuan dengan investor komoditas jagung di Surabaya, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Buol didampingi oleh Hengky selaku CEO PT Seger Agro Nusantara. Pertemuan ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama investasi sekaligus upaya membuka peluang pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Buol.
Komoditas jagung dipandang sebagai salah satu sektor pertanian yang memiliki peluang pengembangan cukup besar di Kabupaten Buol. Potensi lahan pertanian dan perkebunan yang tersedia masih dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Buol memandang bahwa peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan kepastian pasar.
Produksi yang meningkat tanpa adanya sistem penyerapan hasil panen yang jelas berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi petani. Karena itu, penjajakan investasi ini diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan luas tanam dan volume produksi, tetapi juga membangun ekosistem usaha pertanian yang terintegrasi.
Ekosistem tersebut diharapkan mencakup pengembangan lahan, peningkatan kapasitas petani, produksi, penyerapan hasil panen, penyimpanan, distribusi hingga pemasaran.
Petani Harus Menjadi Bagian dari Rantai Nilai
Pemerintah Kabupaten Buol mendorong agar hubungan antara pemerintah daerah, investor dan petani dapat dibangun melalui pola kerja sama yang saling menguntungkan.
Kehadiran investor diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih jelas bagi hasil pertanian masyarakat, sekaligus memberikan peluang pengembangan produksi melalui dukungan jaringan usaha, teknologi, permodalan dan sistem distribusi.
Dengan pola tersebut, petani diharapkan tidak hanya menjadi produsen, tetapi menjadi bagian penting dari rantai nilai ekonomi pertanian.
Bagi Pemerintah Kabupaten Buol, pembangunan pertanian bukan semata-mata berbicara mengenai berapa luas lahan yang dapat ditanami atau seberapa besar jumlah produksi yang dapat dihasilkan.
Lebih dari itu, terdapat sejumlah persoalan penting yang harus dipastikan, seperti siapa yang akan menyerap hasil panen petani, bagaimana sistem penyimpanan hasil produksi, bagaimana distribusinya serta seberapa besar nilai ekonomi yang dapat kembali kepada masyarakat.
Di titik inilah penjajakan investasi menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat masa depan sektor pertanian Kabupaten Buol.
Jaringan Usaha Investor Menjadi Peluang
PT Seger Agro Nusantara diketahui bergerak di bidang perdagangan dan pengolahan komoditas pangan dan pakan, termasuk jagung, kedelai, beras dan fullfat soyas.
Perusahaan yang berkantor pusat di Surabaya tersebut merupakan bagian dari unit bisnis PT Sumber Energi Pangan dan memiliki jaringan fasilitas serta gudang di sejumlah wilayah Indonesia, antara lain Gresik, Cepu, Nganjuk, Sumbawa, Dompu, Makassar hingga Lampung.
Jaringan usaha tersebut dinilai dapat menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan dalam mendukung perdagangan dan investasi komoditas pertanian dari Kabupaten Buol.
Meski demikian, pertemuan di Surabaya masih merupakan tahap awal penjajakan kerja sama. Tahapan selanjutnya adalah bagaimana komunikasi dan peluang tersebut dapat diterjemahkan ke dalam kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat.
Investasi Harus Bermuara pada Kesejahteraan Petani
Bupati Buol H. Risharyudi Tri Wibowo memilih pendekatan “jemput bola” dalam membuka peluang investasi. Pemerintah daerah berupaya aktif membangun komunikasi dengan dunia usaha guna membuka akses pasar dan memperluas peluang pengembangan sektor-sektor potensial daerah.
Strategi tersebut dinilai penting bagi daerah yang memiliki potensi pertanian, namun masih membutuhkan dukungan akses pasar, teknologi, permodalan, jaringan distribusi serta pengolahan agar komoditas lokal memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Apabila kerja sama investasi komoditas jagung ini dapat terealisasi, maka ukuran keberhasilannya bukan hanya dilihat dari jumlah investor yang masuk atau luas lahan yang ditanami.
Keberhasilan sesungguhnya akan terlihat dari meningkatnya produktivitas petani, terserapnya hasil panen, efisiensi biaya produksi, terbukanya akses pasar serta meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sebab, investasi pertanian yang ideal bukan hanya menghadirkan aktivitas ekonomi baru, tetapi harus mampu menciptakan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung hingga ke tingkat petani.
Pertemuan Bupati Buol dengan investor komoditas jagung di Surabaya menjadi salah satu langkah awal dalam membuka peluang tersebut.
Ke depan, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana langkah “jemput bola” tersebut dapat berlanjut menjadi kerja sama investasi yang nyata, peningkatan produksi, kepastian pasar serta pertumbuhan kesejahteraan petani Kabupaten Buol.
Sumber: DISKOMINFO-SP Kabupaten Buol






