JAKARTA, Krimsus86.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia sekaligus hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia.
Presiden Prabowo berangkat dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (1/9/2026) malam sekitar pukul 23.20 WIB menuju Vladivostok.
Dalam forum internasional yang diselenggarakan di Far Eastern Federal University (FEFU), Presiden Prabowo dijadwalkan hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa kehadiran Presiden Prabowo dalam Eastern Economic Forum mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan melalui diplomasi langsung di tingkat pimpinan negara.
Menurut Teddy, kunjungan Presiden Prabowo tidak hanya bertujuan menghadiri forum internasional, tetapi juga diarahkan untuk mendorong berbagai peluang kerja sama yang memberikan manfaat konkret bagi kepentingan nasional Indonesia.
Sejumlah sektor strategis menjadi perhatian dalam agenda kunjungan tersebut, di antaranya perdagangan, investasi, energi, ekonomi, pendidikan tinggi, sains dan teknologi, serta berbagai bentuk kerja sama strategis lainnya.
Posisi Indonesia sebagai salah satu negara besar di kawasan Asia Tenggara dan bagian penting dari Global South juga dinilai memiliki arti strategis dalam pengembangan hubungan Indonesia dengan Rusia.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Vladivostok berlangsung di tengah upaya pemerintah Indonesia untuk terus memperluas jaringan kerja sama ekonomi dan strategis dengan berbagai negara.
Eastern Economic Forum sendiri merupakan salah satu platform ekonomi penting Rusia yang bertujuan memperkuat kerja sama, perdagangan dan investasi, khususnya di kawasan Timur Jauh Rusia.
Karena itu, kehadiran Indonesia melalui Presiden Prabowo dalam EEF ke-11 dinilai memiliki dimensi ekonomi dan diplomasi yang strategis bagi kedua negara.
Dalam rangkaian agenda kunjungan tersebut, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pertemuan tersebut diproyeksikan membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Rusia serta peluang kerja sama di berbagai sektor strategis yang berpotensi memberikan manfaat bagi kedua negara.
Bagi Indonesia, penguatan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan berbagai negara diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan di tingkat pemerintahan, tetapi mampu menghasilkan manfaat nyata berupa peningkatan perdagangan, investasi, kerja sama energi, pengembangan teknologi, serta dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
Pemerintah Indonesia sendiri tetap menegaskan komitmen terhadap politik luar negeri bebas aktif dengan membangun hubungan yang baik dan saling menguntungkan dengan berbagai negara berdasarkan kepentingan nasional.
Dalam penerbangan menuju Vladivostok, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih.
Mereka antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani.
Kehadiran sejumlah menteri yang membidangi sektor ekonomi, hubungan luar negeri, energi, pendidikan tinggi, sains, teknologi dan investasi tersebut memperlihatkan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia memiliki agenda yang luas.
Kunjungan tersebut tidak hanya memiliki nilai diplomatik, tetapi juga diarahkan pada upaya memperkuat kerja sama ekonomi serta membuka peluang kemitraan strategis Indonesia–Rusia di masa mendatang.
Partisipasi Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum ke-11 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global sekaligus memperluas peluang kerja sama internasional yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan nasional.
Narasumber:
Teddy Indra Wijaya — Sekretaris Kabinet Republik Indonesia
Mj@.19/Redaksi






