SEKAYU, MUSI BANYUASIN — KRIMSUS86.COM — Ketua ABS JELATA, Sujarnik, menyoroti pentingnya transparansi, akurasi, dan konsistensi data perusahaan serta pelaku usaha di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Sorotan tersebut menyusul adanya data yang menggambarkan jumlah perusahaan dan pelaku usaha di Kabupaten Musi Banyuasin mencapai 19.604 usaha terdaftar dan sedang berusaha dalam periode data 2025–2026.
Menurut ABS JELATA, angka tersebut tidak seharusnya hanya menjadi statistik atau materi infografis semata, melainkan harus menjadi salah satu dasar dalam mengevaluasi arah pembangunan ekonomi daerah.
Data yang tersedia, menurut Sujarnik, perlu mampu menjawab sejauh mana keberadaan investasi dan aktivitas usaha benar-benar memberikan dampak terhadap pembukaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi masyarakat, peningkatan pendapatan daerah, serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin.
UMK MENJADI TULANG PUNGGUNG EKONOMI
Berdasarkan data yang tercantum dalam infografis, kelompok Usaha Mikro dan Kecil (UMK) menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 14.462 usaha atau sekitar 73,86 persen dari total usaha yang tercatat.
Sementara itu, usaha kecil tercatat sebanyak 4.312 unit, usaha besar 454 unit, usaha menengah 156 unit, dan usaha perorangan sebanyak 220 unit.
Dari sisi bentuk badan usaha, usaha perseorangan dan UMKM disebut mendominasi dengan jumlah 17.399 unit atau sekitar 88,75 persen. Sementara Perseroan Terbatas (PT) tercatat sebanyak 454 unit, CV 1.328 unit, koperasi 236 unit, serta firma sebanyak 187 unit.
Bagi ABS JELATA, komposisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku UMKM memiliki peranan besar dalam perputaran ekonomi daerah.
Namun demikian, Sujarnik menilai besarnya jumlah pelaku usaha tersebut harus sejalan dengan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
EKONOMI BESAR, RAKYAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON
Sujarnik menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi tidak semata-mata dilihat dari jumlah perusahaan atau pelaku usaha yang tercatat.
Menurutnya, yang lebih penting adalah sejauh mana keberadaan perusahaan dan investasi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Muba memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun ukuran keberhasilan tidak hanya berapa banyak perusahaan yang terdaftar. Yang paling penting adalah seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan oleh rakyat,” demikian semangat yang disampaikan ABS JELATA dalam mendorong pembangunan ekonomi yang transparan dan berpihak kepada masyarakat.
ABS JELATA berpandangan bahwa perusahaan yang menjalankan aktivitas usaha di daerah diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi pembangunan.
Keberadaan investasi, menurut organisasi tersebut, idealnya mampu membuka lapangan pekerjaan, memberikan peluang kepada pelaku usaha lokal, memperkuat sektor UMKM, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
ABS JELATA SOROTI KONSISTENSI DATA
Di sisi lain, ABS JELATA juga menyoroti adanya hal yang dinilai perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait konsistensi angka dalam infografis data usaha tersebut.
Total keseluruhan usaha dalam data disebut mencapai 19.604 unit. Angka pada sejumlah kategori skala usaha dan bentuk badan usaha juga disebut mengarah pada jumlah total tersebut.
Namun, ABS JELATA mencatat bahwa apabila angka pada sepuluh sektor usaha yang tercantum dijumlahkan, hasilnya terlihat mencapai 17.604 usaha, atau terdapat selisih sekitar 2.000 usaha dibandingkan dengan total keseluruhan yang tercantum.
Menurut Sujarnik, perbedaan angka tersebut penting untuk diklarifikasi oleh instansi atau pihak yang memiliki kewenangan dan menjadi sumber penyediaan data.
“Data bukan sekadar angka. Data merupakan salah satu dasar dalam pengambilan kebijakan. Karena itu, apabila terdapat perbedaan atau ketidaksinkronan angka, maka perlu ada penjelasan yang jelas agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
ABS JELATA menekankan bahwa sorotan terhadap perbedaan data tersebut merupakan bentuk dorongan agar informasi publik, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi dan investasi daerah, dapat disajikan secara lebih presisi dan transparan.
DORONG DATA INVESTASI DAN USAHA DIBUKA SECARA TRANSPARAN
ABS JELATA mendorong agar data mengenai investasi dan pelaku usaha di Kabupaten Musi Banyuasin dapat diperbarui secara berkala, diverifikasi secara baik, serta disajikan secara transparan kepada masyarakat.
Menurut ABS JELATA, pertanyaan mengenai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya berhenti pada jumlah perusahaan dan besarnya nilai investasi.
Hal-hal yang dinilai penting untuk menjadi perhatian antara lain:
Berapa jumlah tenaga kerja lokal yang berhasil terserap?
Berapa banyak UMKM yang mengalami peningkatan kapasitas dan benar-benar naik kelas?
Seberapa besar kontribusi nyata perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)?
Sejauh mana aktivitas investasi memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat?
ABS JELATA menilai indikator-indikator tersebut penting untuk melihat apakah pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
MUBA MAJU HARUS BERDAMPAK BAGI RAKYAT
Sujarnik menegaskan bahwa kemajuan ekonomi Kabupaten Musi Banyuasin tidak seharusnya hanya terlihat melalui angka pertumbuhan, jumlah investasi, maupun banyaknya perusahaan yang terdaftar.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Semangat “Muba Kuat, Ekonomi Hebat, Rakyat Sejahtera”, menurut ABS JELATA, harus diwujudkan melalui kebijakan ekonomi yang tepat sasaran, transparansi data, peningkatan kualitas investasi, serta keberpihakan terhadap masyarakat dan pelaku usaha lokal.
ABS JELATA pun berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan penjelasan resmi mengenai perbedaan angka yang terdapat dalam data tersebut, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Publik, menurut ABS JELATA, membutuhkan data yang presisi, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar untuk menilai perkembangan ekonomi daerah.
“Data jelas, investasi berkualitas, rakyat harus sejahtera,” menjadi pesan yang kembali ditegaskan ABS JELATA dalam mendorong pembangunan ekonomi Kabupaten Musi Banyuasin yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
ABS JELATA — SUJARNIK (KETUA)
(Enis//red)






