BEKASI, KRIMSUS86.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mendatangi dan meninjau langsung kondisi warga korban kebakaran dan ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026).
Kedatangan Gubernur Jawa Barat tersebut dilakukan setelah ramainya pemberitaan dan permintaan bantuan dari masyarakat melalui berbagai platform media sosial, seperti Facebook, YouTube, dan TikTok. Warga berharap persoalan yang mereka hadapi pascakebakaran pada 1 April 2026 mendapat perhatian dan solusi dari pemerintah daerah.
Lima bulan pascakejadian, sejumlah warga korban masih mempertanyakan kejelasan mengenai penyelesaian ganti rugi terhadap rumah, tempat usaha, maupun kerugian lainnya yang terdampak akibat kebakaran.
Dedi Mulyadi bersama tim kemudian melihat langsung lokasi kejadian serta berdialog dengan sejumlah warga yang menjadi korban. Dalam pertemuan tersebut, KDM menggali informasi mengenai kondisi dan hak-hak warga yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya terpenuhi.
KDM juga menyatakan akan segera memanggil manajemen perusahaan pengelola SPBE Cimuning untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penyelesaian hak-hak masyarakat yang terdampak insiden kebakaran dan ledakan tersebut.
“Segera saya panggil untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan ini,” ujar KDM saat mengunjungi para korban di Cimuning, Mustikajaya, Rabu (26/8/2026).
Dalam dialog bersama warga, terungkap bahwa masih terdapat korban yang belum memperoleh penyelesaian terkait penggantian rumah maupun tempat usaha yang terdampak, serta hak-hak lainnya.
Berdasarkan keterangan warga, dalam insiden kebakaran dan ledakan yang terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026 tersebut, sekitar 42 kepala keluarga terdampak. Peristiwa itu juga mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
KDM meminta warga untuk mempersiapkan dan mengumpulkan data serta bukti kerugian yang dialami masing-masing korban. Data tersebut nantinya akan menjadi bahan dalam proses pembahasan dan penyelesaian persoalan dengan pihak perusahaan.
Meski demikian, terdapat pula warga yang mengaku telah menerima bantuan biaya hidup sebesar Rp500 ribu per pekan selama menjalani perawatan dari pihak perusahaan.
Atas kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat mendorong pihak perusahaan agar segera menyelesaikan seluruh persoalan dan hak masyarakat yang terdampak sesuai ketentuan serta hasil pendataan yang dilakukan.
Kehadiran KDM di tengah para korban mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat karena telah datang langsung mendengar keluhan mereka dan berkomitmen membantu mendorong penyelesaian persoalan yang telah berlangsung selama beberapa bulan.
Pewarta: Dwi Eko






