PALEMBANG, KRIMSUS86.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, peningkatan gizi masyarakat, serta kesejahteraan pelaku usaha perikanan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana (sarpras) kelautan dan perikanan Tahun 2026 kepada masyarakat di 17 kabupaten/kota se-Sumsel. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sumsel Herman Deru di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, Rabu (26/8/2026).
Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat dan kelompok pelaku usaha perikanan dalam bentuk berbagai sarana pendukung, di antaranya benih dan pakan ikan, mesin pencetak pakan, mesin kapal dan perahu nelayan, coolbox, chest freezer, hingga keramba jaring apung (KJA).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, Aries Irwan Wahyu, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk konsistensi Pemerintah Provinsi Sumsel dalam memberikan stimulus kepada masyarakat sektor kelautan dan perikanan, di tengah tantangan fiskal yang dihadapi berbagai daerah.
“Meski hampir semua daerah diterpa isu dan tantangan kondisi fiskal yang makin sulit, namun Bapak Gubernur tetap konsisten mengalokasikan bantuan sarana dan prasarana untuk masyarakat kelautan dan perikanan agar menjadi stimulan mempertahankan dan mengembangkan usahanya,” ujar Aries.
Menurutnya, komitmen tersebut telah dilakukan sejak periode pertama kepemimpinan Herman Deru dan terus dilanjutkan pada periode kedua.
Pada tahun 2026, bantuan benih dan pakan ikan disalurkan kepada 43 kelompok pembudidaya ikan yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Selain itu, pemerintah juga menyerahkan 14 unit mesin pencetak pakan dan satu unit keramba jaring apung.
Bantuan lainnya meliputi 12 unit mesin 24 PK untuk kapal nelayan, 64 unit mesin 6,5 PK untuk perahu nelayan, 20 unit coolbox, serta 22 unit chest freezer bagi kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
Aries menyebutkan, dukungan pemerintah terhadap sektor perikanan turut berkontribusi terhadap capaian produksi perikanan Sumsel di tingkat nasional. Berdasarkan Portal Satu Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi ikan patin Sumsel tercatat berada di peringkat pertama nasional, ikan lele peringkat keempat, dan ikan nila peringkat kesembilan.
“Capaian ini menunjukkan peran penting perikanan Sumsel dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang kelautan dan perikanan yang selama ini turut mendukung berbagai program Pemerintah Provinsi Sumsel.
Deru menegaskan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk perhatian sekaligus apresiasi pemerintah kepada para pelaku usaha perikanan agar dapat meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usahanya.
“Bantuan ini mungkin belum mencukupi ekspektasi para nelayan dan kabupaten/kota yang membidanginya, tetapi ini adalah wujud perhatian sebagai apresiasi dari pemerintah provinsi kepada pelaku di bidang perikanan untuk menambah semangat dan memotivasi pelaku di dunia perikanan agar lebih produktif,” ujar Herman Deru.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok penerima sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi, penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan sarana dan prasarana yang berkelanjutan, sektor kelautan dan perikanan di Sumsel diharapkan semakin produktif, berdaya saing, sekaligus mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
(Hendri Gradak)






