Bumi Anoa Nusantara Festival Usung “Mangkasara’ Molulo 2026”, Sinergi AMBA SULTRA dan Lembaga Adat Kerajaan Gowa di Kota Makassar

MAKASSAR, KRIMSUS86.COM — Angkatan Muda Bumi Anoa (AMBA) Sulawesi Tenggara terus memperkuat peran dalam diplomasi kebudayaan di tingkat regional hingga internasional. Melalui platform Bumi Anoa Nusantara Festival, AMBA SULTRA konsisten menghadirkan ruang kolaborasi untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Sulawesi ke panggung yang lebih luas.

Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari kiprah AMBA SULTRA dalam diplomasi kebudayaan melalui International Nusantara Cultural Forum (INCaF), sebuah forum lembaga kebudayaan Nusantara di kawasan ASEAN yang mencakup Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Berita Lainnya

Setelah membangun sinergi kebudayaan di Kuala Lumpur dan Selangor Darul Ehsan pada November 2025, AMBA SULTRA kini memperluas jejaring kolaborasi ke Sulawesi Selatan melalui penyelenggaraan Mangkasara’ Molulo 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Bumi Anoa Nusantara Festival menggandeng Lembaga Adat Kerajaan Gowa (LAKG), lembaga yang berfokus pada pelestarian sejarah, adat, tradisi, dan warisan budaya Kerajaan Gowa.

Dukungan terhadap kolaborasi tersebut disampaikan langsung oleh Putra Mahkota Kerajaan Gowa, PYM Andi Muhammad Imam Daeng Situju bin Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaengta Lembang Parang Sultan Malikussaid II Batara Gowa III, kepada Ketua Umum AMBA SULTRA INDONESIA, YM Stenly Diover.

Dukungan tersebut dinilai menjadi energi positif dalam memperkuat kebersamaan antarlembaga dan komunitas budaya dalam menjaga serta mengembangkan nilai-nilai leluhur Nusantara.

Kolaborasi Mangkasara’ Molulo 2026 turut mendapat dukungan dari sejumlah organisasi kebudayaan di Kota Makassar dan sekitarnya, antara lain Divisi Seni Budaya Mabes Kiwal Garuda Hitam MPW Sulawesi Selatan, Sulawesi Bersatu Sipakatauki, serta Lembaga Pakarena Pusaka Leluhur Nusantara.

Pemilihan Kota Makassar sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu metropolitan utama di kawasan Indonesia Timur, Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat pertemuan berbagai komunitas, pelaku seni, budaya, pariwisata, serta jejaring internasional.

Melalui kegiatan tersebut, AMBA SULTRA berharap Makassar dapat menjadi salah satu panggung utama untuk memperkenalkan potensi wisata dan warisan budaya Sulawesi kepada masyarakat nasional maupun dunia.

Mangkasara’ Molulo 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026 di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar.

Festival ini akan menghadirkan perpaduan seni dan budaya tradisional Bugis, Makassar, serta Sulawesi Tenggara. Selain itu, kegiatan tersebut juga dijadwalkan dihadiri delegasi lembaga kebudayaan yang tergabung dalam INCaF dari sejumlah negara ASEAN.

AMBA SULTRA optimistis keberlanjutan Bumi Anoa Nusantara Festival dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi kebudayaan lintas daerah dan negara, sekaligus mendorong promosi destinasi wisata serta ekonomi kreatif Sulawesi ke tingkat yang lebih luas.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pertunjukan seni budaya, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring, memperkuat identitas budaya Nusantara, dan membuka peluang kolaborasi pariwisata di masa mendatang.

(Robby.RCAZ)

Pos terkait