Petro Muba-Medco Resmi Kelola 359 Sumur Minyak Masyarakat, Potensi Tambah Produksi hingga 3.000 BOPD

 

JAKARTA, KRIMSUS86.COM – Upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi minyak nasional sekaligus menata pengelolaan sumur minyak masyarakat memasuki babak baru. Setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pengelola sumur minyak masyarakat melalui keputusan yang ditandatangani pada 4 Agustus 2026, kebijakan tersebut langsung ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BUMD Petro Muba dan PT Medco E&P pada 6 Agustus 2026.

Berita Lainnya

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola sumur minyak masyarakat yang lebih legal, profesional, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam skema kerja sama tersebut, sebanyak 359 sumur minyak masyarakat akan dikelola secara resmi. Jumlah tersebut terdiri atas 207 sumur, 40 sumur, dan 112 sumur yang tersebar pada sejumlah wilayah kerja.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan kebijakan pengelolaan sumur minyak masyarakat merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan potensi produksi migas nasional sekaligus memperbaiki tata kelola kegiatan pertambangan minyak masyarakat.

“Kebijakan ini menjadi langkah nyata pemerintah untuk mengoptimalkan potensi produksi minyak nasional melalui pengelolaan sumur masyarakat yang legal, aman, dan sesuai kaidah teknik. Sinergi antara pemerintah, SKK Migas, badan usaha, dan pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan manfaat bagi negara sekaligus masyarakat,” ujar Laode.

Sementara itu, Direktur Utama Petro Muba, Khadafi, S.E., mengungkapkan bahwa pengelolaan terhadap 359 sumur tersebut diproyeksikan mampu memberikan tambahan produksi sekitar 1.000 barel minyak per hari (BOPD).

Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi setiap sumur mampu menghasilkan rata-rata sekitar 3 BOPD dengan pola operasi selama delapan jam per hari.

Namun, potensi produksi tersebut masih dapat ditingkatkan. Apabila seluruh sumur nantinya dapat dioperasikan menggunakan pompa listrik dan mampu berproduksi selama 24 jam, tambahan produksi diproyeksikan dapat mencapai sekitar 3.000 BOPD.

Menurut Khadafi, kerja sama antara Petro Muba dan PT Medco E&P menjadi momentum penting dalam mendukung optimalisasi potensi sumur minyak masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap produksi minyak nasional.

“Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi Petro Muba untuk mendukung target produksi minyak nasional. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis pengelolaan sumur masyarakat dapat berjalan secara profesional, memberikan manfaat ekonomi bagi daerah, serta berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional,” kata Khadafi.

Pengelolaan secara resmi juga diharapkan mampu memberikan kepastian tata kelola, meningkatkan aspek keselamatan dan teknis operasional, serta membuka peluang manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pengelolaan potensi minyak masyarakat agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi migas nasional dengan tetap mengedepankan aspek legalitas, keselamatan kerja, lingkungan, dan profesionalisme.

(Enis//red)

Pos terkait