MEDAN | KRIMSUS86.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Demokrat Indonesia secara resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 157/KPTS/DPP-PD/VII/2026 tertanggal 2 Agustus 2026 tentang penetapan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Demokrat Indonesia Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan SK tersebut, Martin Jaya Halawa, S.H., M.H., CPM ditetapkan sebagai Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara, didampingi Devis Abuimau Karmoi, M.I.Kom. sebagai Sekretaris dan Selamat Nduru, S.H. sebagai Bendahara.
Penetapan kepengurusan ini menjadi landasan hukum sekaligus mandat resmi dari DPP kepada jajaran pengurus baru untuk menjalankan roda organisasi, memperkuat konsolidasi internal, serta melanjutkan perjuangan organisasi dalam membangun peran strategis pemuda di Provinsi Sumatera Utara.
Kepercayaan yang diberikan kepada Martin Jaya Halawa dinilai sejalan dengan pengalaman organisasi dan latar belakang akademiknya di bidang hukum. Sebelum dipercaya memimpin DPD Sumut, Martin meniti karier organisasi mulai dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Gunungsitoli, kemudian menjabat Sekretaris DPC Kota Gunungsitoli, hingga terakhir sebagai Wakil Sekretaris DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara.
Usai menerima SK pada Senin (4/8/2026), Martin Jaya Halawa menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan penuh dedikasi.
“Amanah dari DPP Pemuda Demokrat Indonesia ini adalah panggilan pengabdian. Dengan SK ini, kita memiliki dasar pijakan yang kuat untuk segera merapatkan barisan dan membangun organisasi yang lebih solid,” ujarnya.
Martin menegaskan bahwa Pemuda Demokrat Indonesia harus menjadi organisasi kepemudaan yang mampu melahirkan kader-kader berintegritas, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Dalam waktu dekat, kepengurusan baru akan memprioritaskan empat agenda strategis, yaitu memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat DPC dan PAC, mengoptimalkan sistem kaderisasi, meningkatkan advokasi serta bantuan hukum kepada masyarakat, dan membangun sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, organisasi akan terus hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda yang independen dan menjunjung tinggi persaudaraan.
“Pemuda Demokrat Indonesia tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Kami merupakan wadah silaturahmi yang mengedepankan persaudaraan dari seluruh golongan serta siap menjadi mitra strategis dalam pembangunan bangsa,” tegas Martin.
Dengan terbitnya SK tersebut, DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara menyatakan siap menjalankan program-program organisasi secara profesional, memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah, serta menjadi mitra kritis dan konstruktif demi terwujudnya cita-cita pembangunan nasional yang berkeadilan.
(Sediyaman Giawa//red)






