Jalan Rusak di MT Haryono Setu Telan Korban Jiwa, Korwil Media KRIMSUS86.COM Pertanyakan Prioritas Pembangunan

Bekasi, 1 Agustus 2026 | KRIMSUS86.COM

Kondisi Jalan MT Haryono, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi sorotan publik. Jalan yang dipenuhi lubang dan kerikil tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan telah memicu berbagai kecelakaan lalu lintas, bahkan mengakibatkan korban jiwa.

Berita Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu kecelakaan fatal terjadi pada Kamis, 23 Juli 2026, sekitar pukul 03.00 WIB di depan Saung Ujang Cianjur, Jalan MT Haryono, Setu, Kabupaten Bekasi. Korban yang mengendarai sepeda motor dilaporkan meninggal dunia. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kondisi jalan yang rusak serta minimnya penerangan di lokasi kejadian.

Menanggapi kondisi tersebut, Koordinator Wilayah Media KRIMSUS86.COM mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menetapkan prioritas pembangunan, terutama terkait pemeliharaan infrastruktur jalan yang menyangkut keselamatan masyarakat.

Menurutnya, jalan merupakan infrastruktur dasar yang memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut hingga menimbulkan korban jiwa dinilai sebagai persoalan serius yang harus segera ditangani.

“Jalan berlubang bukan sekadar kerusakan infrastruktur, tetapi telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Ketika sudah menimbulkan korban jiwa, maka penanganannya harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa dalam penyusunan kebijakan pembangunan, keselamatan masyarakat semestinya ditempatkan di atas kepentingan proyek-proyek yang bersifat simbolis atau berorientasi pada pencitraan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama instansi terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruas Jalan MT Haryono serta meningkatkan fasilitas pendukung seperti penerangan jalan umum guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.

Selain itu, warga meminta adanya langkah cepat dan konkret agar pengguna jalan dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa dihantui risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang diresmikan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam menjamin keselamatan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang layak dan aman.

(Dwi Eko/Red)

Pos terkait