LOMBOK, KRIMSUS86.COM – Sasaka Nusantara menegaskan semangat perjuangannya melalui semboyan “Salam Kebangkitan Nusantara, Bersatu, Berkarya dan Berdaya Menuju Sasaka Nusantara Maju Jaya Sejahtera.”
Semboyan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan menjadi napas perjuangan dan landasan gerakan Sasaka Nusantara dalam membangun kesadaran masyarakat, memperkuat persatuan, serta mendorong keterlibatan rakyat dalam mengawal keadilan dan kepentingan publik.
Ketua Umum Sasaka Nusantara, YM. Lalu Ibnu Hajar, menjelaskan bahwa “Salam Kebangkitan Nusantara” merupakan seruan untuk membangkitkan kesadaran rakyat dari sikap diam dan pembiaran terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk persoalan korupsi dan ketidakadilan.
Menurutnya, makna “Nusantara” tidak hanya terbatas pada wilayah tertentu, tetapi mencerminkan semangat kebangsaan dari Sabang sampai Merauke. Salam tersebut menjadi simbol perlawanan yang santun, namun tetap tegas dalam menggugah kesadaran masyarakat.
Sementara itu, kata “Bersatu” menjadi dasar utama perjuangan Sasaka Nusantara. Persatuan dinilai sebagai kekuatan penting dalam mengawal berbagai persoalan bangsa. Rakyat, mahasiswa, aktivis, media, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berdiri dalam satu barisan untuk memperjuangkan keadilan dan kepentingan rakyat.
“Kalau kita tercerai, mereka menang. Kalau kita bersatu, hukum tegak,” menjadi semangat yang mendasari pentingnya konsolidasi dan persatuan dalam perjuangan.
Adapun “Berkarya” dimaknai sebagai bentuk perjuangan nyata yang harus diwujudkan melalui kerja dan tindakan konkret. Perjuangan tidak cukup hanya dengan menyampaikan kritik, tetapi harus dibuktikan melalui pengawalan kasus berbasis data, surat, aksi, advokasi, serta kerja-kerja sosial yang terukur.
Sasaka Nusantara menegaskan bahwa setiap perjuangan harus dilakukan secara cerdas, tuntas, dan berorientasi pada kepentingan keadilan, bukan sekadar mengejar popularitas.
Selanjutnya, “Berdaya” dimaknai sebagai upaya membangun kekuatan masyarakat agar memiliki daya tawar dan daya tekan dalam mengawasi jalannya pemerintahan serta kekuasaan.
Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi memiliki pengetahuan hukum, keberanian menyampaikan aspirasi, serta kemampuan untuk ikut mengawal kebijakan dan anggaran publik.
“Tujuan akhirnya adalah rakyat berdaulat dalam mengawasi kekuasaan,” tegasnya.
Sementara itu, frasa “Menuju Sasaka Nusantara Maju, Jaya, dan Sejahtera” memiliki makna perjuangan yang menjadi tujuan akhir gerakan.
Maju dimaknai sebagai keberanian dalam melawan ketidakadilan dan tidak mudah mundur dalam memperjuangkan kebenaran.
Jaya mencerminkan harapan untuk mengembalikan nama baik hukum serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.
Sedangkan Sejahtera menjadi tujuan utama agar anggaran dan sumber daya yang menjadi hak rakyat benar-benar kembali untuk kepentingan rakyat, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang adil dan makmur.
Secara keseluruhan, filosofi perjuangan Sasaka Nusantara dapat dirangkum dalam semangat:
“Dengan semangat persatuan, kita berkarya nyata dan berdaya melawan. Tujuannya satu: mewujudkan Sasaka Nusantara yang maju dalam keberanian, jaya dalam keadilan, dan sejahtera untuk seluruh rakyat.”
Dalam menjalankan gerakannya, Sasaka Nusantara juga menjadikan tiga pilar utama sebagai landasan perjuangan, yakni:
1. Bersatu – Konsolidasi Internal
Memperkuat persatuan dan soliditas seluruh elemen organisasi.
2. Berkarya – Aksi dan Advokasi
Mewujudkan perjuangan melalui kerja nyata, pengawalan kasus, advokasi, serta kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.
3. Berdaya – Pendidikan dan Penguatan Massa
Meningkatkan pengetahuan, keberanian, serta kemampuan masyarakat dalam mengawal kepentingan publik dan mengawasi jalannya kekuasaan.
Dengan semangat tersebut, Sasaka Nusantara berkomitmen untuk terus bergerak membangun kesadaran masyarakat, memperkuat persatuan, serta mendorong terciptanya keadilan dan kesejahteraan.
Salam Kebangkitan Nusantara. Bersatu, Berkarya, dan Berdaya.
Lombok, 26 Juli 2026
YM. Lalu Ibnu Hajar
Ketua Umum Sasaka Nusantara
(Jaswadi//red)






