Bungo, Jambi | Krimsus86.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Rio (Pilrio) Dusun Tanjung Menanti, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026, masyarakat dihadapkan pada momentum penting dalam menentukan arah pembangunan dusun untuk masa mendatang.
Salah satu kandidat yang mendapat perhatian masyarakat adalah Abdul Karim, calon Rio Nomor Urut 03. Sosok yang pernah menjabat sebagai Rio Tanjung Menanti ini kembali maju dengan membawa pengalaman kepemimpinan serta komitmen untuk melanjutkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Selama memimpin Dusun Tanjung Menanti pada periode sebelumnya, Abdul Karim dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Ia aktif hadir di tengah warga, mendengarkan aspirasi, serta berupaya mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pendekatan kepemimpinan yang humanis, komunikatif, dan mengedepankan musyawarah menjadi salah satu karakter yang melekat pada dirinya. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh pemuda, hingga kaum perempuan, mengenal Abdul Karim sebagai figur yang mengutamakan kebersamaan dan persatuan.
Dalam pencalonannya kali ini, Abdul Karim menyatakan kesiapannya untuk kembali mengabdikan diri demi kemajuan Dusun Tanjung Menanti. Dengan pengalaman yang dimiliki, ia bertekad mendorong pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat kerukunan dan partisipasi warga dalam pembangunan dusun.
“Pengalaman yang pernah dijalani menjadi bekal untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Tanjung Menanti,” ujar Abdul Karim.
Pelaksanaan Pilrio 2026 diharapkan berlangsung aman, damai, dan demokratis. Masyarakat diimbau menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab serta menjaga persatuan dan kondusivitas selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
Pilrio bukan hanya ajang memilih pemimpin, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk menentukan masa depan Dusun Tanjung Menanti menuju pembangunan yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
(EK/Redaksi)






