HILA, LEHITU KRIMSUS86.COM – Program pembangunan infrastruktur melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Negeri Hila, Kecamatan Lehitu, Kabupaten Maluku Tengah, kini menjadi sorotan masyarakat. Proyek fasilitas pemandian dan air bersih yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan warga diduga mangkrak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan fasilitas umum tersebut terlihat terbengkalai. Bak penampungan air yang dibangun menggunakan anggaran negara tidak dialiri air, bahkan dipenuhi sampah plastik dan limbah rumah tangga. Sejumlah bagian bangunan juga tampak kotor dan dipenuhi coretan.
Warga menilai proyek tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat meski telah menelan anggaran yang cukup besar. Mereka mempertanyakan perencanaan, pengawasan, hingga realisasi proyek yang dinilai tidak tepat sasaran.
“Negeri Hila membutuhkan fasilitas air bersih yang benar-benar berfungsi. Jangan sampai dana desa hanya menghasilkan bangunan tanpa manfaat bagi masyarakat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain fasilitas utama yang tidak berfungsi, kondisi di sekitar lokasi proyek juga dinilai memprihatinkan. Area penampungan air kini berubah menjadi tempat pembuangan sampah yang berpotensi menimbulkan penyakit.
Di bagian hulu proyek, struktur bendungan sederhana yang dibuat dari tumpukan batu disebut tidak mampu menahan aliran air secara maksimal. Kondisi tersebut memunculkan dugaan lemahnya perencanaan teknis dalam pelaksanaan proyek.
Masyarakat mendesak pihak terkait, termasuk Inspektorat Kabupaten Maluku Tengah, untuk segera melakukan audit investigasi terhadap penggunaan anggaran proyek tersebut. Warga berharap ada transparansi dan pertanggungjawaban atas proyek yang hingga kini belum dirasakan manfaatnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik sebagai bentuk evaluasi terhadap pengelolaan Dana Desa agar benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat dan tidak berakhir menjadi infrastruktur terbengkalai.
(Erwin B Ollong//Red)






