Program B3 di Banggai Laut Diduga Sebabkan Keracunan Massal, Pemkab Diminta Lakukan Evaluasi Menyeluruh

BANGGAI LAUT KRIMSUS86.COM – Program pemberian makanan tambahan B3 yang ditujukan bagi balita dan ibu hamil di Desa Lambako, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, menuai sorotan setelah puluhan warga dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Sabtu (2/5/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 29 penerima manfaat mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut setelah menyantap makanan dari program tersebut. Dari jumlah itu, 14 orang sempat menjalani perawatan inap dan enam pasien dirujuk ke RSUD Adean Banggai Laut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berita Lainnya

Hingga saat ini, beberapa pasien masih dalam pemantauan medis. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait standar keamanan pangan dan pengawasan dalam pelaksanaan program bantuan makanan bagi kelompok rentan.

Pihak pengelola dapur program disebut menyampaikan bahwa makanan kemungkinan dikonsumsi melewati batas waktu yang dianjurkan. Namun demikian, masyarakat menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala Desa Lambako membenarkan bahwa aktivitas dapur program B3 untuk sementara dihentikan sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.

Masyarakat juga meminta pemerintah daerah dan instansi berwenang, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Laut, untuk melakukan investigasi terbuka serta mengumumkan hasil uji laboratorium sampel makanan kepada publik secara transparan.

Selain itu, evaluasi terhadap pengelolaan program dinilai penting dilakukan guna memastikan kualitas bahan baku, kebersihan dapur, serta prosedur distribusi makanan sesuai standar kesehatan.

Direktur RSUD Adean Banggai Laut turut membenarkan adanya pasien yang dirawat akibat insiden tersebut. Saat ini, penanganan medis terhadap para korban masih terus dilakukan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan ibu hamil dan balita sebagai kelompok yang membutuhkan perlindungan kesehatan dan asupan gizi yang aman. Pemerintah Kabupaten Banggai Laut diharapkan segera mengambil langkah tegas dan melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan program B3 di wilayah tersebut.

(Susanto)

Pos terkait