Jalan Buluh Merindu–Apin Kembali Telan Korban, Kendaraan Pengangkut Terguling Akibat Kondisi Jalan Rusak Parah

Krimsus86.com Sintang – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kabupaten Sintang kembali menjadi sorotan. Sebuah kendaraan pengangkut hasil perkebunan dilaporkan terguling di ruas Jalan Buluh Merindu–Apin, Kecamatan Dedai, pada Rabu (30/04/2026) siang, diduga akibat kondisi jalan yang rusak parah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jalan tersebut dalam kondisi berlumpur, berlubang, serta licin, sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintas. Insiden ini mengakibatkan kendaraan yang membawa muatan kelapa sawit terbalik di tengah badan jalan, dan muatan yang diangkut berserakan, menimbulkan kerugian material bagi pemilik.

Berita Lainnya

Foto dan informasi terkait kejadian ini juga beredar luas di media sosial, memperlihatkan kondisi jalan yang tidak layak dilalui, terutama saat musim hujan.

Seorang warga Kecamatan Dedai berinisial YLK mengungkapkan bahwa kondisi jalan tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai.

“Kalau musim panas berdebu, kalau hujan jadi kubangan. Setiap hari kami harus berhati-hati karena jalannya sangat berbahaya,” ujarnya.

Masyarakat setempat menilai kerusakan jalan ini tidak hanya berdampak pada keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian dan perkebunan menjadi terganggu, biaya logistik meningkat, serta akses terhadap layanan dasar menjadi terbatas.

Selain itu, warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Sintang maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sejumlah pihak juga mendorong agar perencanaan dan realisasi pembangunan infrastruktur dilakukan secara tepat sasaran, mengingat jalan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang berperan penting dalam mendukung mobilitas, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan terhadap ruas jalan Buluh Merindu–Apin.

Media ini membuka ruang hak jawab kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan lebih lanjut terkait kondisi tersebut.(Diki Candra)

Pos terkait