Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek DME di Tanjung Lalang, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

 

Krimsus86.com Muara Enim  30 April 2026 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Hilirisasi Nasional Fase 2 untuk percepatan proyek Coal to Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu (29/04/2026). Peresmian dilakukan secara virtual dan dipusatkan di PLTU Sumsel-8 milik PT Huadian Bukit Asam Power.

Berita Lainnya

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan daerah, di antaranya Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Bupati Lahat Bursah Zarnubi, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Proyek strategis nasional ini dikembangkan di Kawasan Industri Tanjung Enim (KITE) sebagai bagian dari program hilirisasi batu bara menjadi DME, sekaligus mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Inisiatif ini semakin memperkuat posisi Kabupaten Muara Enim sebagai salah satu lumbung energi nasional.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa transformasi batu bara menjadi DME merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan global.

“Seluruh kekayaan alam Indonesia harus dikelola secara mandiri oleh bangsa sendiri agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” tegas Presiden.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyampaikan optimisme terhadap pelaksanaan proyek yang dipimpin oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Ia menilai Sumatera Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama dalam mendukung kemandirian energi nasional.

Proyek yang berlokasi di kawasan BACBIE ini ditargetkan mampu memproduksi sekitar 1,4 juta ton DME per tahun. Ke depan, hasil produksi tersebut direncanakan dapat didistribusikan langsung ke masyarakat melalui jaringan pipa ke sambungan rumah tangga (SR).

Dukungan pendanaan melalui Danantara juga diharapkan menjadi faktor penting dalam percepatan penyelesaian proyek, dengan target operasional dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menyampaikan bahwa sinergi antara MIND ID, PTBA, dan Pertamina merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan batu bara kalori rendah sekaligus menghemat devisa negara.

Selain itu, proyek ini diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja hingga 5.380 orang, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat kedaulatan industri energi nasional, khususnya di Sumatera Selatan.(NURISLAM.PSA

Pos terkait