Aksi Pra May Day 2026 di Makassar Soroti Ketimpangan Sosial dan Arah Kebijakan Pemerintah

Krimsus86.com Makassar, Sulawesi Selatan – Jumat, 24 April 2026

Aksi Pra May Day 2026 di Kota Makassar menjadi wadah penyampaian aspirasi berbagai elemen masyarakat terhadap isu ketenagakerjaan dan kebijakan publik yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada rakyat. Aksi ini diikuti oleh aliansi buruh, pedagang kaki lima (PKL), mahasiswa, serta masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Rakyat (KGR).

Berita Lainnya

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi yang semula dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WITA mengalami penyesuaian waktu dan baru berlangsung sekitar pukul 15.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA. Meskipun demikian, kegiatan tetap berjalan dengan tertib dan aspirasi peserta aksi tersampaikan.

Rute aksi yang sebelumnya direncanakan meliputi sejumlah titik strategis, seperti Kantor Wali Kota Makassar, DPRD Kota Makassar, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar, DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, serta Disnaker Provinsi, mengalami penyesuaian sesuai kondisi di lapangan.

Koordinator lapangan, Budi dari PKL Bandang, menyampaikan bahwa fokus utama aksi adalah penyampaian aspirasi terkait kondisi pedagang kecil yang terdampak kebijakan penertiban.

“Kami berharap adanya solusi yang adil dan berkelanjutan bagi pedagang kecil, sehingga dapat tetap menjalankan usaha dengan layak,” ujarnya.

Perwakilan mahasiswa, Rahman, menyoroti pentingnya perhatian terhadap isu kesejahteraan buruh dan masyarakat rentan.

“Momentum ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap buruh dan kelompok rentan perlu terus diperkuat melalui kebijakan yang tepat sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Emi dari Komite Perjuangan Rakyat Miskin menekankan perlunya upaya bersama dalam mengurangi kesenjangan sosial.

“Kami berharap adanya langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif,” katanya.

Dari unsur buruh, perwakilan KPBI, Tono, menggarisbawahi pentingnya sinergi antar elemen masyarakat dalam menyuarakan aspirasi secara konstruktif.

“Soliditas dan kebersamaan menjadi kunci dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia May Day Fest 2026, Delandy, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan puncak peringatan Hari Buruh Internasional di Makassar berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Partisipasi dari pelaku UMKM dan kalangan buruh terus meningkat. Kami optimistis kegiatan May Day Fest 2026 dapat berjalan lancar serta menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat dan berbagai pihak,” jelasnya.

Aksi Pra May Day 2026 ini mencerminkan tingginya perhatian publik terhadap isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan sosial. Diharapkan, aspirasi yang disampaikan dapat menjadi masukan konstruktif bagi para pemangku kebijakan dalam merumuskan langkah-langkah yang lebih berpihak kepada masyarakat.(Mj@19//red)

Pos terkait