Keluhan Warga Terkait Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur

Krimsus86.com Lampung Timur, 23 April 2026 — Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Karya Basuki, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, menuai sorotan dari para wali murid dan masyarakat setempat. Program yang bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak tersebut dinilai belum berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari orang tua penerima manfaat, menu makanan yang dibagikan pada 22 April 2026 dinilai kurang memenuhi aspek gizi seimbang. Paket makanan yang diterima anak-anak antara lain terdiri dari kentang goreng, dimsum ayam saus mentai, tahu goreng, tumis pakcoy jagung, serta buah semangka. Pada temuan lainnya, disebutkan adanya menu dengan porsi yang sangat minim seperti buah kelengkeng hanya dua butir dan satu potong tempe goreng.

Berita Lainnya

Selain aspek kecukupan gizi, warga juga menyoroti dugaan kurangnya perhatian terhadap kebersihan dan keamanan dalam proses pengolahan makanan. Kekhawatiran ini muncul karena makanan dikonsumsi oleh anak-anak dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, hingga peserta Posyandu.

“Ini bukan sekadar soal rasa, tetapi menyangkut kesehatan anak-anak kami,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat menilai bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan dalam implementasi program di lapangan. Oleh karena itu, perhatian publik kini tertuju pada pihak penyedia makanan, yaitu SPPG Desa Karya Basuki, serta peran pengawasan dari instansi terkait.

Warga mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh oleh pihak-pihak yang berwenang, termasuk tim pengawas program MBG, tenaga kesehatan setempat, serta instansi terkait lainnya. Selain itu, masyarakat juga meminta agar pemerintah daerah, khususnya DPRD Kabupaten Lampung Timur, segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan kualitas pelaksanaan program.

Program MBG sendiri mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 serta pedoman teknis yang mengatur standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Oleh karena itu, jika ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan di lapangan, hal ini perlu segera ditindaklanjuti sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus.

Para wali murid berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk melakukan pengecekan terhadap dapur-dapur MBG, khususnya di Kecamatan Waway Karya, agar pelaksanaan program benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.(M.Dahlan//red)

Pos terkait