Krimsus86.com/Karawang —
Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Kantor Bupati Karawang, Senin (23/2/2026). Pagi itu, perwakilan insan pers dari Bekasi, Karawang, dan Purwakarta duduk satu meja bersama Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, membahas satu agenda besar: Silaturahmi Akbar Pers 2026 wilayah Jawa Barat 7.
Pertemuan tersebut bukan sekadar audiensi biasa. Ada harapan besar yang dibawa—tentang persahabatan, solidaritas, dan masa depan insan pers di tengah derasnya arus perubahan zaman.
“Ya, tadi pagi sudah kita sepakati tuan rumah penyelenggaraan acara Silaturahmi Akbar Pers 2026 yakni Kabupaten Karawang,” ujar Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Pers 2026, Doni Ardon, dengan nada penuh optimisme.
Kesepakatan itu menjadi tonggak penting. Kabupaten Karawang resmi didapuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Silaturahmi Akbar Pers 2026 yang akan digelar pada 11 Maret 2026 mendatang. Bahkan, panitia telah mengantongi izin penggunaan Aula Husni Hamid sebagai lokasi kegiatan—sebuah simbol dukungan nyata dari pemerintah daerah terhadap eksistensi dan perjuangan insan pers.
Doni Ardon, yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bekasi serta CEO media online Mitranews.net, menjelaskan bahwa Silaturahmi Akbar Pers 2026 merupakan pertemuan besar insan pers di wilayah Jawa Barat 7 yang meliputi Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
“Kegiatan ini bertujuan membangun persahabatan, solidaritas, dan sinergitas antar insan pers, mulai dari tingkat wartawan, redaktur, pemimpin redaksi, CEO, hingga para praktisi pers,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar ajang temu kangen, Silaturahmi Akbar Pers juga akan menjadi ruang aspirasi. Sebuah panggung terbuka bagi para jurnalis untuk menyuarakan harapan dan kegelisahan mereka kepada kepala daerah maupun anggota DPR RI, khususnya yang membidangi investasi.
“Silaturahmi Akbar Pers ini juga sebagai sarana penyampaian aspirasi kawan-kawan jurnalis terhadap kepala daerah dan anggota DPR RI dalam rangka membangun kemandirian insan pers, kerjasama media dan informasi yang membangun,” tegas Doni.
Sekretaris panitia, Nurdin Syam, CEO media online LintasKarawang.com, menambahkan bahwa peran pers hari ini semakin krusial. Di tengah membanjirnya informasi dan maraknya hoaks, pers dituntut menjaga ruang publik tetap sehat.
“Pers memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memerangi hoaks, dan mendorong akuntabilitas pemerintah,” paparnya.
Sebagai pilar keempat demokrasi—setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif—pers bukan hanya penyampai berita. Ia adalah penyedia informasi terverifikasi, alat kontrol sosial yang konstruktif, agen edukasi publik, sekaligus penyalur aspirasi masyarakat.
Namun realitas tak selalu mudah. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membuat persaingan industri media semakin ketat. Dominasi platform digital raksasa turut menekan kesejahteraan insan pers di daerah.
“Kondisi saat ini, terutama dengan berkembangnya teknologi informasi, maka persaingan industri pers semakin ketat dan dominasi platform digital membuat kesejahteraan insan pers semakin mendesak untuk diperhatikan,” ujar Nurdin.
Atas dasar itu, Silaturahmi Akbar Pers 2026 tak hanya menghadirkan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat 7 yang membidangi investasi, tetapi juga para praktisi industri, asosiasi pengusaha, serta kamar dagang dan industri. Dialog terbuka akan digelar, mempertemukan dunia pers dengan sektor usaha—sebuah langkah strategis menuju kemandirian.
“Ke depannya, insan pers tak hanya sebatas melakukan kemitraan dengan pihak pemerintahan saja, tetapi juga mampu bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan industri yang ada di wilayah Bekasi, Karawang dan Purwakarta,” ungkap Nurdin penuh harap.
Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah tokoh pers, di antaranya Dadang AH, Mardiman Ujung, Irfan Shahab, Ratna, dan Nana Soeharna. Mereka hadir bukan hanya sebagai panitia, melainkan sebagai representasi suara ratusan jurnalis yang setiap hari bekerja dalam sunyi, mengawal kebenaran di tengah tantangan zaman.
Silaturahmi Akbar Pers 2026 di Karawang bukan sekadar agenda seremonial. Ia adalah ikhtiar bersama—untuk menjaga marwah profesi, memperkuat solidaritas, dan memastikan bahwa suara kebenaran tetap berdiri tegak di bumi Jawa Barat 7.
(Red)*






