Krimsus86.com Aceh Tenggara, 28 April 2026 — Direktur PDAM Tirta Agara, Mat Budiman, S.Pd.I, berharap dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera merealisasikan usulan pembangunan dan rehabilitasi sarana instalasi air bersih pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh Tenggara beberapa bulan lalu.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi telah merusak berbagai fasilitas umum serta ratusan permukiman warga. Dampak signifikan juga dirasakan pada sistem distribusi air bersih yang dikelola oleh PDAM Tirta Agara, sehingga pelayanan kepada masyarakat belum dapat pulih sepenuhnya.
Direktur PDAM Tirta Agara, Mat Budiman, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal rehabilitasi kepada pemerintah pusat dan melakukan peninjauan langsung bersama pihak pelaksana, yakni PT Hutama Karya, yang turut didampingi oleh perwakilan Kementerian PUPR.
“Peninjauan lapangan telah dilakukan bersama pihak pelaksana dan didampingi langsung oleh Kementerian PUPR sebagai bagian dari proses tindak lanjut usulan rehabilitasi,” ujar Mat Budiman.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan akan air bersih sangat mendesak, mengingat ribuan pelanggan PDAM di beberapa kecamatan masih mengalami kesulitan. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Babussalam, Badar, dan Lawe Bulan, di mana masyarakat terpaksa mengandalkan air sumur bor dengan kualitas yang kurang layak atau membeli air dari pihak ketiga.
Salah satu tokoh masyarakat, Rahmad Syah (57), mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. “Kami sangat kesulitan, bahkan untuk kebutuhan mendesak seperti memandikan jenazah pun tidak tersedia air bersih. Ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Kerusakan akibat bencana meliputi hanyutnya jembatan penyeberangan dan jaringan pipa di wilayah Lawe Sikap, serta rusaknya sejumlah instalasi penting seperti Intake Lawe Harum 1 dan 2, Intake Lawe Sikap, serta Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Badar dan Lawe Sikap. Selain itu, fasilitas IPA Lawe Harum juga membutuhkan rehabilitasi menyeluruh.
Mat Budiman menjelaskan bahwa seluruh persyaratan administrasi untuk pengajuan pembangunan dan perbaikan infrastruktur telah dilengkapi dan disampaikan kepada pihak berwenang. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya layanan air bersih selama masa pemulihan ini.
“PDAM Tirta Agara terus berupaya maksimal melakukan berbagai terobosan guna mempercepat proses perbaikan dan pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat,” tambahnya.
PDAM Tirta Agara berharap adanya percepatan realisasi dari pemerintah pusat agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat segera terpenuhi dan kondisi pelayanan kembali normal.(Tomi Pasla, S.Pd)






