Ketua Plt. PWDPI Lampung Soroti Pengadaan 31 Mobil Operasional Puskesmas: Utamakan Kebutuhan Pokok Pelayanan Kesehatan

BANDAR LAMPUNG KRIMSUS86.COM — Ketua Pelaksana Tugas (Plt.) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Provinsi Lampung, Rangga Reksa Wisesa, S.H., menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Bandar Lampung terkait pengadaan dan penyerahan 31 unit mobil operasional bagi seluruh kepala puskesmas se-Kota Bandar Lampung.

Menurut Rangga, langkah tersebut perlu ditinjau kembali secara matang mengingat saat ini pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran di berbagai sektor. Ia menilai, penggunaan anggaran daerah harus lebih difokuskan pada kebutuhan pelayanan kesehatan yang bersifat mendesak dan langsung dirasakan masyarakat.

Berita Lainnya

“Peningkatan pelayanan kesehatan tentu wajib didukung. Namun di tengah kondisi efisiensi anggaran, pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar perlu dikaji kembali apakah benar menjadi prioritas utama dibanding kebutuhan dasar pelayanan kesehatan lainnya,” ujar Rangga dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

Rangga menegaskan bahwa masih banyak kebutuhan mendasar di sektor kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius, seperti ketersediaan obat-obatan, kelengkapan alat kesehatan, peningkatan kualitas tenaga medis, hingga perbaikan fasilitas dan gedung pelayanan yang masih memerlukan pembenahan.

Menurutnya, kendaraan operasional memang memiliki fungsi pendukung pelayanan, namun pengadaan aset baru harus mempertimbangkan tingkat urgensi serta kondisi kendaraan yang saat ini masih dapat dioptimalkan melalui pemeliharaan dan penggunaan bersama.

“Jangan sampai anggaran yang seharusnya dapat dialokasikan untuk pengadaan obat-obatan lengkap atau peningkatan fasilitas kesehatan justru terserap untuk belanja kendaraan. Masyarakat lebih membutuhkan pelayanan kesehatan yang maksimal daripada sekadar fasilitas kendaraan baru,” tegasnya.

Selain itu, Rangga juga mengingatkan bahwa pengadaan kendaraan baru akan menimbulkan biaya operasional dan pemeliharaan jangka panjang yang turut membebani anggaran daerah pada tahun-tahun berikutnya.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, khususnya di tengah kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang masih tinggi terhadap layanan dasar kesehatan.

“Kami berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung lebih cermat dan bijak dalam menentukan prioritas anggaran. Efisiensi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Rangga juga meminta agar penggunaan 31 unit kendaraan operasional tersebut diawasi secara ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan serta benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal.

“Anggaran daerah adalah uang rakyat. Karena itu penggunaannya harus sepenuhnya kembali untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Rangga Reksa Wisesa.(Red//tim)

Pos terkait