Suasana Memanas, Calon Kuwu Geruduk Kantor DPMD Indramayu Tuding Ada Kecurangan Pilwu

Suasana Memanas, Calon Kuwu Geruduk Kantor DPMD Indramayu Tuding Ada Kecurangan Pilwu

Indramayu, Senin, 24 November 2025 Krimsus86.com – Jawa Barat,Suasana panas terjadi di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Senin (24/11/2025), setelah para bakal calon kuwu (kepala desa) dari enam desa bersama sejumlah pendukung mendatangi kantor dinas. Mereka menuding telah terjadi kecurangan dalam proses seleksi Pemilihan Kuwu (Pilwu).

Berita Lainnya

Rombongan massa membawa berbagai dokumen yang diklaim sebagai bukti adanya rekayasa nilai oleh panitia Pilwu tingkat desa. Audiensi yang berlangsung di ruang dinas berjalan penuh ketegangan. Sejumlah kali terdengar suara gebrakan meja karena massa merasa penjelasan panitia tidak transparan dan terkesan berbelit.

Dugaan Rekayasa Nilai Bakal calon kuwu dari Desa Patrol, Akhmad Zaenuri, mengungkapkan sejumlah kejanggalan pada hasil penilaian tes. Menurutnya, ia memperoleh nilai tertulis tertinggi, namun nilai wawancaranya justru turun drastis hingga menjadi yang terendah.

“Ini ada nilai-nilai yang hilang. Ini yang jadi polemik. Dari sini beberapa calon akhirnya digunting (tidak lolos),” ujar Zaenuri.

Ia juga menyoroti adanya calon lain yang nilai ujian tertulisnya rendah, namun pada tes wawancara melesat menjadi yang tertinggi, meski secara kemampuan berargumentasi dianggap tidak menonjol.

“Ini aneh. Dia bisa mengalahkan lima sarjana. Kami menduga ada indikasi pesanan,” tambahnya.

Selain dugaan manipulasi nilai, para calon juga memprotes perubahan bobot penilaian seleksi yang dilakukan tanpa sosialisasi. Bobot sebelumnya, yaitu 60 persen untuk tes tertulis dan 40 persen untuk tes wawancara, disebut tiba-tiba diubah oleh panitia tingkat desa.

Panitia berdalih perubahan dilakukan untuk menaikkan rata-rata nilai karena pada Pilwu sebelumnya banyak peserta mendapat nilai rendah. Namun penjelasan tersebut tetap tidak memuaskan para calon.

Audiensi pun berakhir tanpa kesepakatan. Para calon meminta panitia menampilkan nilai murni seleksi dan mengkaji ulang perubahan skema penilaian. Mereka juga mendesak agar Pilwu di desa-desa bermasalah ditunda.

“Ada enam desa yang bergabung, ada Patrol, Sumuradem Timur, Sukajati, Sukareja, dan lainnya,” terang Zaenuri.

Menanggapi protes tersebut, Plt Kepala DPMD Indramayu, Kadmidi, menyatakan memahami ketidakpuasan para calon. Namun ia menegaskan bahwa panitia telah bekerja sesuai regulasi.

“Hasil audiensi tadi akan kita sampaikan ke Bupati. Saat ini kami belum bisa memberikan keputusan,” ujarnya.

Kadmidi menambahkan, penundaan Pilwu bukan kewenangan pemerintah daerah. Keputusan penundaan hanya dapat diterbitkan oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Anggota DPRD Indramayu, Endang Effendi, yang turut hadir, memastikan pihaknya akan mengawal permasalahan ini agar tidak berkembang menjadi konflik lebih luas.

“Kita akan kawal. Jangan sampai ini mengganggu kondusifitas masyarakat,” tegasnya.

Liputan: Demo Pilwu

Wardono Hs., S.E — Korwil Jawa Barat

Krimsus86.com – Jawa Barat

 

Pos terkait