Dugaan Cawe-cawe Wabup Karawang di ULP Terus Disorot, Praktisi Hukum: “Sikapi dengan Dewasa”

Krimsus86.com/KARAWANG –
Polemik dugaan keterlibatan Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, dalam urusan Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan jasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah aktivis Tatang Suryadi alias Tatang Obet menyinggung dugaan tersebut dalam Podcast TitikTemu, yang kemudian memicu reaksi beragam di kalangan masyarakat, termasuk para pendukung Wabup Maslani.
Menanggapi hal itu, praktisi hukum Asep Agustian, SH. MH, atau yang akrab disapa Askun, menilai seharusnya polemik ini tidak perlu berlarut-larut jika kedua pihak mampu bersikap bijak dan dewasa.

“Kalau Wabup Maslani merasa tidak bersalah, seharusnya tidak perlu reaktif. Namanya juga pejabat publik, wajar kalau mendapat kritik,” ujar Askun, Senin (14/10/2025).

Berita Lainnya

Askun menambahkan, apabila memang merasa dirugikan oleh tudingan tersebut, Wabup Maslani bisa menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.

“Jangan sedikit-sedikit lapor, sedikit-sedikit lapor. Sekalian saja lapor resmi kalau memang merasa difitnah,” ujarnya menyindir.

Di sisi lain, Askun juga mengingatkan Tatang Obet agar berhati-hati dalam menyampaikan kritik di ruang publik. Menurutnya, menyebut nama seseorang tanpa dasar laporan resmi kepada aparat penegak hukum (APH) bisa menimbulkan tafsir negatif.

“Kadang beda tipis antara kritik dan tudingan. Tapi kalau memang pernyataannya bisa dipertanggungjawabkan, ya bagus,” kata Askun.

Disarankan Klarifikasi, Bukan Gaduh
Lebih lanjut, Askun mengimbau agar Wabup Maslani bisa menempuh langkah klarifikasi terbuka, seperti yang pernah dilakukan oleh mantan Bupati Karawang dua periode, Cellica Nurrachadiana.

“Dulu Bu Cellica juga sering dikritik, tapi beliau menanggapinya dengan kepala dingin,” ujar Askun.

Menurutnya, jika Maslani merasa tidak terlibat, cukup klarifikasi melalui Diskominfo atau media massa. Namun, ia juga mengingatkan agar pejabat publik siap menghadapi konsekuensi apabila dugaan yang muncul ternyata benar.

“Kalau tudingan itu ternyata benar, ya harus siap juga,” tambahnya.

Askun menilai, kegaduhan yang terjadi justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mencari muka di lingkaran kekuasaan, bahkan menyeret isu ini ke ranah politik menjelang Pilkada Karawang.

“Setiap ada isu, pasti dikaitkan dengan Pilkada. Padahal, kalau tidak salah, Tatang Obet itu dulu juga pendukung pasangan Aep–Maslani,” ujarnya.

Ia juga menyindir pihak-pihak yang disebutnya sebagai “penjilat kekuasaan”.

“Begitulah karakter orang yang ABS — Asal Bapak Senang. Analisisnya suka kebelakang, yang penting terlihat loyal,” katanya.

Dorongan untuk APH Bergerak
Sebagai penutup, Askun mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera turun tangan menyelidiki dugaan cawe-cawe di lingkungan ULP maupun kebenaran tudingan yang beredar.

“Tidak perlu menunggu laporan resmi. Berdasarkan Laporan Informasi (LI), APH bisa langsung melakukan penyelidikan awal,” jelasnya.

Ia pun berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak menambah kegaduhan di ruang publik.

“Wabup Maslani tidak perlu kebakaran jenggot. Biarkan APH bekerja. Mari sama-sama bersikap dewasa dalam menyikapi setiap persoalan,” tutup Askun.

(Red)*

Pos terkait