PERKELAHIAN DI WARKOP AJAN SINTANG DIPICU MASALAH PRIBADI, POLISI PASTIKAN TIDAK ADA SAJAM

Sintang, Kalimantan Barat Krimsus86.com | Insiden perkelahian yang terjadi di Warung Kopi (Warkop) Ajan, kawasan depan Waterfront Sungai Durian, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, pada Selasa (19/5/2025) sekitar pukul 11.15 WIB hingga 11.30 WIB, sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.

Menanggapi beredarnya berbagai informasi dan spekulasi di media sosial, pihak Kepolisian Sektor Sintang Kota memberikan klarifikasi resmi bahwa peristiwa tersebut murni dipicu persoalan pribadi antara dua warga yang saling mengenal, dan tidak berkaitan dengan perkara hukum maupun isu lain yang berkembang di tengah masyarakat.

Berita Lainnya

Kapolsek Sintang Kota, Iptu Heru Woldy menjelaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima informasi kejadian dengan melakukan pengamanan lokasi serta meminta keterangan dari pihak-pihak terkait.

“Benar telah terjadi perkelahian antara dua pria berinisial IV dan DD di Warkop Ajan Pasar Sungai Durian pada Selasa siang. Namun permasalahan tersebut merupakan persoalan internal pribadi dan keduanya diketahui saling mengenal,” ujar Kapolsek Sintang Kota saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran dan rekaman CCTV di lokasi kejadian, pihak kepolisian memastikan tidak terdapat penggunaan senjata tajam dalam insiden tersebut sebagaimana rumor yang sempat beredar di media sosial.

Adapun kronologi kejadian berlangsung dalam waktu singkat di area Warkop Ajan, kawasan Waterfront Sungai Durian, Sintang. Dugaan sementara, pertikaian dipicu persoalan pribadi yang berkaitan dengan rasa cemburu.

Setelah dilakukan mediasi oleh pihak Polsek Sintang Kota, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan tidak melanjutkannya ke proses hukum.

Kapolsek Sintang Kota juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi hoaks maupun spekulasi yang dapat menimbulkan keresahan,” tutupnya.

(Alex)

Pos terkait