Krimsus86.com
Indramayu, 17 April 2026 — Dugaan ditemukannya makanan tidak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi perhatian masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari warga dan wali murid, dalam beberapa paket menu MBG yang didistribusikan pada Kamis (16/4/2026), diduga terdapat buah pisang dalam kondisi busuk serta buah lainnya yang dinilai tidak layak konsumsi. Menu tersebut diketahui berisi susu, buah kelengkeng, dan pisang.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi makanan tersebut diketahui setelah anaknya membawa pulang paket MBG dari sekolah.
“Susu disimpan di kulkas, tetapi pisang dan kelengkeng terpaksa dibuang karena sudah tidak layak dikonsumsi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keluhan terkait kualitas menu MBG bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, beberapa orang tua juga mengeluhkan adanya makanan yang basi, buah yang belum matang, hingga makanan dengan tekstur yang tidak sesuai untuk anak-anak.
Namun demikian, sebagian orang tua mengaku enggan menyampaikan keluhan secara terbuka karena khawatir dapat berdampak pada citra sekolah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, paket MBG tersebut didistribusikan oleh SPPG Dapur Sehat Gantar yang berlokasi di wilayah Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar.
Hingga saat ini, pihak pengelola SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan belum membuahkan hasil karena pihak penanggung jawab tidak berada di tempat.
Sehubungan dengan hal tersebut, tim investigasi media mendesak pihak terkait, khususnya Satuan Tugas MBG Kabupaten Indramayu, untuk segera melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap proses pengolahan serta distribusi makanan guna memastikan kualitas dan keamanan konsumsi bagi para penerima manfaat.
Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi anak-anak. Oleh karena itu, pengawasan dan kualitas penyajian makanan menjadi hal yang sangat penting agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.(Wardono//red)






