Krimsus86.com Indramayu, Jawa Barat, 4 April 2026 – Warga Desa Temiyang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, menyampaikan keluhan serius terkait penumpukan sampah di pinggir jalan, tepatnya di Blok Karang Anyar RT 12 RW 05. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga, merusak pemandangan, serta menimbulkan bau tidak sedap yang berdampak pada kesehatan lingkungan.
Penumpukan sampah ini merupakan bentuk protes warga terhadap keberadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dinilai tidak dikelola secara optimal, khususnya akibat keterlambatan pengangkutan sampah.
Ketua RT 12 RW 05, Darsono, mengungkapkan bahwa permasalahan ini sudah lama terjadi dan semakin parah dalam beberapa waktu terakhir.
“Sampah lama sekali tidak diangkut, sehingga menumpuk dan mengganggu warga. Selain menimbulkan bau tidak sedap, juga mengganggu aktivitas masyarakat karena lokasinya berada di pinggir jalan,” ujarnya.
Menurut Darsono, penumpukan sampah juga dipicu oleh terganggunya pengiriman ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah Soge, Kecamatan Kandanghaur. Bahkan, sebelumnya telah ada imbauan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu agar masyarakat tidak membuang sampah ke TPS tersebut.
Kondisi ini menyebabkan sampah menumpuk di kawasan permukiman padat penduduk dan menjadi viral di media sosial setelah warga membagikan rekaman video sejak akhir Ramadan hingga Lebaran. Dalam video tersebut, terlihat tumpukan sampah membentang di sepanjang jalan dari arah Gabus menuju Cilegeh hingga ke wilayah Kroya.
Selain menimbulkan bau menyengat, tumpukan sampah juga mengundang lalat dan dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kesehatan warga sekitar.
Warga menilai permasalahan ini sudah berlangsung cukup lama tanpa solusi yang konkret. Mereka menolak penggunaan pinggir jalan sebagai lokasi pembuangan sampah dan mendesak pemerintah untuk segera merelokasi TPS ke tempat yang lebih layak.
“Warga kami menolak jika sampah dibuang di lokasi tersebut lagi. Itu jalan umum, bukan tempat pembuangan sampah,” tegas Darsono.
Sementara itu, Wardono Hasan Saputra turut menyoroti keterbatasan sarana pengangkutan sampah di Kecamatan Kroya. Ia menyebutkan bahwa saat ini hanya tersedia dua unit truk pengangkut sampah untuk melayani seluruh wilayah kecamatan.
“Permasalahan ini sudah berlangsung sejak 2016 dan belum ada solusi. Warga semakin resah karena kondisi ini tidak sehat dan mengganggu lingkungan,” ujarnya.
Di sisi lain, warga melalui Arif Frianto menyatakan kesiapan untuk mendukung program pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk pemilahan dan pengolahan sampah berbasis masyarakat.
“Kami siap jika ada program pengolahan sampah. Kami juga berharap ada edukasi agar warga bisa memilah sampah dengan benar,” ungkapnya.
Harapan Warga
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, di antaranya:
Relokasi TPS ke lokasi yang lebih representatif;
Penambahan armada pengangkut sampah;
Peningkatan sistem pengelolaan sampah terpadu;
Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.
Penutup
Permasalahan ini menjadi perhatian serius masyarakat Desa Temiyang yang menginginkan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman. Diharapkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan ini secara berkelanjutan.
Pewarta: Wardono – Korwil Jawa Barat
Editor: Redaksi Krimsus86.com






