LAPORAN KHUSUS: DUGAAN PELANGGARAN ADAT DI JALUR H, AKTIVITAS PERUSAHAAN PICU KEKHAWATIRAN

Krimsus86.com Buru, Maluku – Masyarakat adat di Pulau Buru kembali dihadapkan pada situasi yang memicu kekhawatiran terkait dugaan aktivitas operasional perusahaan di wilayah Jalur H yang disebut masih berada dalam status Sasi Adat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT Tirun (Tirim) diduga telah kembali melakukan aktivitas di lokasi tersebut, meskipun proses adat yang berkaitan dengan pembukaan Sasi belum secara resmi diselesaikan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dan keresahan di tengah masyarakat setempat.

Berita Lainnya

Sasi Adat merupakan aturan tradisional yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Maluku. Selain berfungsi sebagai mekanisme pengelolaan sumber daya alam, Sasi juga menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Sejumlah pihak menilai bahwa apabila aktivitas dilakukan sebelum adanya prosesi pembukaan Sasi secara resmi, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan pelanggaran terhadap norma adat yang berlaku. Situasi ini dikhawatirkan dapat memicu ketegangan sosial apabila tidak segera ditangani secara bijaksana.

Di sisi lain, publik juga mempertanyakan kejelasan status dan komunikasi antara pihak perusahaan, lembaga adat, serta pemerintah setempat. Transparansi dinilai menjadi kunci penting dalam mencegah munculnya kesalahpahaman maupun konflik yang lebih luas.

Tokoh masyarakat mengingatkan bahwa penghormatan terhadap hukum adat harus menjadi bagian integral dalam setiap aktivitas pembangunan, khususnya di wilayah yang memiliki ikatan kuat terhadap tradisi lokal.

Imbauan dan Harapan

Menyikapi perkembangan ini, berbagai pihak mendorong:

Dilakukannya klarifikasi resmi dari perusahaan terkait aktivitas di Jalur H

Peran aktif lembaga adat dalam memberikan penegasan status Sasi

Keterlibatan pemerintah daerah untuk memfasilitasi dialog terbuka antara semua pihak

Penundaan aktivitas operasional hingga seluruh proses adat dinyatakan selesai secara sah

Pendekatan dialogis dan menghormati nilai-nilai adat dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas sosial serta memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kearifan lokal.

Perkembangan situasi di Jalur H akan terus menjadi perhatian publik, seiring harapan agar seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan penyelesaian yang adil, transparan, dan bermartabat.

Pewarta: Yano Tasane

Editor: Media Krimsus86.com

Pos terkait