Tradisi Pawai Obor 7 Likur di Negeri Hila Meriahkan Malam ke-27 Ramadan

Krimsus86.com, Maluku Tengah — Masyarakat Negeri Hila, Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah kembali menggelar tradisi Pawai Obor 7 Likur dalam rangka menyambut malam ke-27 Ramadan. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini berlangsung meriah dan penuh khidmat, dengan ribuan obor bambu menerangi jalan-jalan desa pada malam yang diyakini masyarakat sebagai salah satu malam istimewa dalam bulan suci Ramadan.

Kegiatan yang digelar di kawasan Negeri Hila tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari para pemuda, tokoh adat, tokoh agama, hingga anak-anak yang turut membawa obor sambil melantunkan selawat. Pawai obor ini melintasi sejumlah ruas jalan desa hingga menuju kawasan Masjid Hasan Suleman yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat.

Berita Lainnya

Tradisi Malam 7 Likur merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Hila yang telah berlangsung sejak lama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan sekaligus warisan budaya leluhur. Selain menjadi momentum menyambut malam-malam terakhir Ramadan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat identitas budaya masyarakat.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa tradisi pawai obor bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol semangat masyarakat dalam menjaga nilai-nilai adat dan keagamaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam pelaksanaannya, suasana religius terasa kental dengan lantunan selawat yang menggema di sepanjang rute pawai, menciptakan atmosfer penuh kekhusyukan di tengah semarak cahaya obor yang menerangi malam di pesisir Hila.

Tradisi ini juga menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk fotografer, pemerhati budaya, serta masyarakat dari wilayah sekitar yang datang untuk menyaksikan kemeriahan pawai obor tersebut.

Keberlangsungan tradisi 7 Likur di Negeri Hila menjadi bukti kuat bahwa masyarakat setempat masih menjaga dan melestarikan warisan budaya serta nilai-nilai spiritual yang menjadi bagian dari identitas daerah.

Masyarakat berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan serta mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, agar dapat berkembang sebagai salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh Maluku Tengah.

Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, tradisi Pawai Obor 7 Likur di Negeri Hila terus menjadi simbol kuatnya hubungan antara adat, agama, dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Pewarta: Erwin

Editor: Media Krimsus86.com

Pos terkait