Masyarakat Desa Mahasingkil Dorong APH Selidiki Dugaan Penyimpangan Dana Desa

Krimsus86.com, Kutacane – Masyarakat Desa Mahasingkil, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) yang terjadi di desa tersebut. Dugaan ini mencuat seiring adanya indikasi ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran desa yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sorotan masyarakat mengarah kepada Kepala Desa Mahasingkil, Yusrizal Selian, yang diduga tidak menjalankan prinsip transparansi sebagaimana diamanatkan dalam pengelolaan dana desa. Berdasarkan laporan warga, terdapat sejumlah pos anggaran yang dianggap janggal karena manfaatnya belum dirasakan secara maksimal, antara lain:

Berita Lainnya

Pengadaan Sarana dan Alat Peraga Edukatif (APE) untuk PAUD/TK/TPA sebesar Rp78.811.000

Penyertaan Modal BUMK sebesar Rp58.018.800

Program Ketahanan Pangan, dengan dugaan penyimpangan mencapai ratusan juta rupiah.

Perwakilan warga, Ramadan, bersama Imam Ustami dan sejumlah masyarakat menekankan pentingnya pengawasan ketat atas penggunaan Dana Desa. “Kami meminta APH segera mengusut dugaan penyimpangan yang terjadi. Jangan biarkan uang rakyat dikelola seolah milik pribadi. Kami juga menduga adanya indikasi anggaran ganda (double budget) pada tahun 2025 yang perlu diaudit menyeluruh,” tegas mereka.

Masyarakat juga menyayangkan tidak adanya papan informasi publik yang memuat penggunaan Dana Desa secara jelas. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik dan memicu kekecewaan di tengah warga.

“Warga berharap Kejaksaan dan Kepolisian segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa,” tambah salah seorang warga.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Desa Mahasingkil maupun instansi terkait terkait dugaan penyimpangan ini. Masyarakat menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan berharap aparat penegak hukum segera merespons laporan yang telah disampaikan.

Pewarta: Ramadan

Pos terkait