Krimsus86.com, Makassar – Aliansi Rakyat Mandiri Indonesia Kota Makassar menggelar aksi unjuk rasa terkait rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh Pemerintah Kota Makassar, Jumat (6/3/2026). Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.30 WITA tersebut berlangsung di depan Kantor Wali Kota Makassar sebelum massa melanjutkan penyampaian aspirasi ke Kantor DPRD Kota Makassar.
Aksi tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari berbagai kelompok pedagang, di antaranya pedagang asongan kawasan Pantai Losari, pedagang di sekitar GOR Sudiang, serta pedagang di kawasan Pantai Panjang Losari. Para peserta aksi membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan agar rencana relokasi PKL dapat ditinjau kembali oleh pemerintah.
Koordinator Pedagang Asongan Pantai Losari, Mace Yanti, dalam orasinya menyampaikan bahwa para pedagang pada dasarnya mendukung upaya pemerintah dalam menata kota agar lebih tertib, rapi, dan bersih. Namun demikian, menurutnya rencana relokasi dinilai belum melalui proses musyawarah yang menyeluruh serta belum memberikan kepastian mengenai lokasi pengganti yang layak bagi para pedagang.
“Kami tidak menolak penataan kota, tetapi relokasi tanpa persiapan yang matang dapat menghilangkan sumber penghidupan para pedagang yang selama ini menggantungkan nafkah dari usaha kecil tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Provinsi Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Sulawesi Selatan, Muh. Herul, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang dijamin oleh undang-undang.
“Aksi ini merupakan hak konstitusional masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Aliansi Rakyat Mandiri Indonesia dalam aksinya mendesak pemerintah untuk membuka ruang dialog dengan para pedagang serta melakukan kajian sosial dan ekonomi secara transparan sebelum memutuskan kebijakan relokasi. Mereka juga menyampaikan penolakan terhadap pengusiran pedagang dari lokasi usaha saat ini tanpa solusi yang jelas serta menolak segala bentuk intimidasi terhadap para pedagang.
Aksi yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan Rafli Maulana, ST, serta didampingi Muh. Herul dan Virdaus selaku Ketua Provinsi Solidaritas Rakyat Mandiri Indonesia (SRMI) Sulawesi Selatan tersebut berlangsung tertib dan kondusif hingga massa membubarkan diri.
Sumber: Muh. Herul (Ketua Provinsi LMND Sulawesi Selatan)
Pewarta: Muh Jufri






