
Krimsus86.com, Muara Enim, 4 Maret 2026 – Tim Audit dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) turun langsung ke lapangan untuk melakukan penghitungan progres dan bobot pekerjaan Proyek Pengembangan Irigasi Ataran Lemutu yang berlokasi di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.
Kegiatan audit lapangan ini turut dihadiri oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, serta pihak kontraktor pelaksana guna melakukan verifikasi data secara bersama-sama dan memastikan kesesuaian antara laporan administrasi dengan kondisi riil di lapangan.
Pemeriksaan Progres dan Bobot Pekerjaan
Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan penghitungan terhadap pekerjaan yang telah terpasang maupun yang belum terpasang. Beberapa bagian saluran irigasi ditemukan telah diplester dindingnya, sementara sebagian lainnya belum selesai dikerjakan.
Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor terjadinya kerusakan pada beberapa titik saluran yang tidak mampu menahan tekanan air, sehingga menyebabkan jebolnya irigasi dan terganggunya aliran air ke area persawahan masyarakat.
Perwakilan Tim Audit BPK, Doni, menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan bersama seluruh pihak terkait.
“Hari ini Tim Audit BPK turun langsung ke lapangan untuk melakukan penghitungan secara bersama-sama dengan kontraktor, PPK, dan konsultan pengawas guna mendapatkan data yang riil,” ujar Doni.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut PPK Desi, Konsultan Andi, serta perwakilan kontraktor Nasution.
Dampak terhadap Masyarakat
Kerusakan pada saluran irigasi tersebut berdampak pada terganggunya pengairan sawah warga di kawasan Ataran Lemutu. Sejumlah petani dilaporkan harus melakukan swadaya gotong royong untuk membuat saluran darurat agar lahan pertanian tetap dapat digarap.
Sebelum pembangunan proyek irigasi tersebut, masyarakat setempat menyampaikan bahwa kebutuhan air pertanian relatif tercukupi. Oleh karena itu, warga berharap agar hasil audit ini dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk segera melakukan evaluasi dan penanganan, sehingga irigasi dapat berfungsi optimal kembali.
Harapan Tindak Lanjut
Kehadiran Tim Audit BPK diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait progres pekerjaan dan menjadi dasar bagi langkah perbaikan maupun penyempurnaan proyek ke depan. Masyarakat berharap pembangunan atau perbaikan irigasi dapat kembali dilaksanakan pada tahun anggaran 2026 agar kerugian petani tidak berlanjut.
Transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang ketat dinilai penting guna memastikan proyek infrastruktur publik benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Pewarta: Robinson & Adi Nugrah
Lokasi: Muara Enim






