Operasi Pencarian Nelayan KM Almujib di Perairan Pulau Biawak Terus Berlanjut

Krimsus86.com, Indramayu, 2 Maret 2026,Upaya pencarian korban tenggelamnya KM Almujib di perairan dekat Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, masih terus dilaksanakan hingga hari kedua, Senin (2/3/2026).

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana, serta KPLP melakukan penyisiran sejak pagi hari. Berdasarkan pemetaan SAR (SAR Map) Basarnas, titik pencarian bergeser mengikuti arus laut yang mengarah ke timur dan diperkirakan memasuki wilayah perairan Cirebon.

Berita Lainnya

Dalam operasi hari ini, empat kapal dikerahkan. Tiga kapal diberangkatkan dari Pelabuhan Karangsong, sementara satu kapal Basarnas, KN Setiyaki 02, bergerak dari Pelabuhan Cirebon menuju lokasi kejadian.

KM Almujib (6 GT) dilaporkan tenggelam pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB setelah diduga ditabrak kapal tongkang bernomor lambung 3009. Saat kejadian, kapal dalam kondisi berhenti dengan mesin dimatikan untuk beristirahat.

Benturan keras mengakibatkan kapal terseret sekitar 10 menit hingga mengalami kebocoran pada lambung kapal, menyebabkan air masuk dengan cepat dan kapal akhirnya tenggelam.

Dari delapan orang yang berada di atas kapal:

2 orang selamat,

2 orang meninggal dunia,

4 orang masih dalam pencarian.

Dua korban selamat, Carudin (48) dan Alfianto Agus Sulistiyo (20), berhasil bertahan semalaman di laut dengan berpegangan pada jeriken dan potongan gabus sebelum dievakuasi oleh kapal nelayan yang melintas.

Korban meninggal dunia adalah nakhoda Jupri alias Kempot (35) dan Wandi (39). Sementara empat nelayan yang masih dalam pencarian yakni Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24), Mas’ud (38), dan Ono (50).

Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi menjadi tantangan dalam proses pencarian. Meski demikian, tim SAR memastikan operasi pencarian dan pertolongan akan terus dimaksimalkan hingga seluruh korban ditemukan.

Selain fokus pada operasi SAR, pihak kepolisian juga tengah melakukan penyelidikan terkait keberadaan kapal tongkang bernomor lambung 3009 yang diduga terlibat dalam insiden tabrakan tersebut.

Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi. Doa dan dukungan dari seluruh pihak diharapkan agar keempat nelayan yang masih hilang segera ditemukan.

Sumber: Krimsus86.com – Jawa Barat

Korwil: Wardono, Hs. S.E

Editor: Korwil Jabar

Pos terkait