Krimsus86.com, Aceh Tenggara, 24 Februari 2026 – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan oleh Polres Aceh Tenggara bersama Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS melalui kegiatan bakti sosial dan peresmian sumur bor di lokasi pengungsian Desa Simpur Jaya, Kabupaten Aceh Tenggara.
Peresmian sumur bor ini dilaksanakan sebagai bentuk respons atas kebutuhan mendesak warga pengungsi terhadap ketersediaan air bersih pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Sejak terjadinya bencana, masyarakat mengalami keterbatasan akses air layak pakai untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, S.I.K., melalui Kasubsi Penmas Ipda Patar Erwinsyah Nababan, S.H., menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
“Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat. Kami berharap sumur bor ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga pengungsian dan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat Desa Simpur Jaya,” ujar Ipda Patar Erwinsyah Nababan saat prosesi peresmian.
Selain peresmian sumur bor, Polres Aceh Tenggara bersama Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS turut menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako dan kebutuhan harian kepada warga terdampak. Bantuan tersebut disambut dengan penuh haru dan rasa syukur oleh masyarakat yang hingga kini masih berupaya bangkit dari dampak banjir.
Kehadiran mahasiswa STIK dalam kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara Polri dan calon perwira dalam mengedepankan nilai kemanusiaan, solidaritas, serta pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan ke depan.
Masyarakat Desa Simpur Jaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Dengan diresmikannya sumur bor tersebut, diharapkan kondisi para pengungsi semakin membaik dan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat serta berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di tengah ujian bencana, semangat kebersamaan dan kepedulian tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kembali harapan masyarakat.
Penulis: Arahim Johari






