Krimsus86.com, WONOSOBO – Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan beberapa bulan terakhir di Kabupaten Wonosobo dan menyasar ribuan penerima manfaat mulai dari siswa TK, SD, SMP, SMA hingga ibu hamil, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, diduga terjadi insiden keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa sekolah dasar di Kecamatan Selomerto.
Peristiwa tersebut dialami oleh siswa SDN 3 Karangrejo pada Jumat, 6 Februari 2026, sesaat setelah mengonsumsi makanan yang disediakan melalui salah satu dapur MBG. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami pusing, muntah-muntah, dan diare, bahkan kondisi tersebut juga dialami oleh beberapa guru pengajar.
Kekhawatiran orang tua siswa pun meningkat, sehingga kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pihak sekolah guna mendapatkan penanganan dan solusi terbaik demi keselamatan anak-anak.
Saat dikonfirmasi awak media pada Senin, 9 Februari 2026, Kepala SDN 3 Karangrejo membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun pihak sekolah, tercatat 24 siswa dan 2 orang guru mengalami gejala serupa. Pihak sekolah juga menyampaikan telah berkomunikasi dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang bersangkutan, sebagai bentuk tanggung jawab dan antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Guna memperoleh kejelasan informasi serta memberikan edukasi yang berimbang kepada masyarakat, awak media melakukan penelusuran langsung ke dapur MBG terkait. Setelah menunggu beberapa waktu, awak media bertemu dengan BR, salah satu tim dari yayasan pengelola dapur MBG tersebut.
Namun demikian, BR menolak memberikan keterangan terkait dugaan insiden tersebut dan menyampaikan bahwa pihak SPPG tidak akan memberikan informasi apa pun kepada media tanpa adanya izin resmi dari Humas Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo.
Sikap tersebut disayangkan oleh awak media, mengingat kebebasan pers telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat, terlebih terkait program strategis nasional yang menyangkut kesehatan dan keselamatan publik.
Tim Investigasi Jurnalis Karya Media Nusantara Abadi (KJN) menyatakan akan terus melakukan penelusuran dan penggalian informasi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk memastikan apakah dapur MBG telah memenuhi standar bangunan, pengelolaan limbah, kelayakan menu, serta kepatuhan terhadap SOP dan standar yang telah ditetapkan oleh BGN Pusat.
Upaya ini dilakukan semata-mata untuk kepentingan publik, agar program pemerintah yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat dapat berjalan optimal, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pawarta : Tim KJN
Editor : Krimsus86.com






