Dua Santri Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya Dilaporkan Hilang, Pengawasan Pesantren Dipertanyakan

Krimsus86.com, Lampung Selatan – Dua santri Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya, Desa Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, dilaporkan hilang sejak Kamis subuh, 28 Januari 2026. Hingga Minggu, 1 Februari 2026, keberadaan kedua santri tersebut belum diketahui, atau telah memasuki hari keempat tiga malam tanpa kabar.

Kedua santri yang dilaporkan hilang masing-masing bernama Fahmi, warga Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, dan Bayu, warga Lampung Timur. Berdasarkan informasi terakhir, Fahmi diketahui mengenakan sweater berwarna biru dan celana abu-abu dengan kondisi rambut botak saat meninggalkan lingkungan pondok pesantren.

Berita Lainnya

Kepala Desa Kedaung, Edy Kuswanto, saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa kejadian awal diketahui terjadi pada Kamis subuh.

“Saya meminta bantuan kepada seluruh masyarakat Lampung Selatan, khususnya wilayah Kecamatan Candipuro dan Titiwangi. Apabila melihat dua anak tersebut, mohon segera menghubungi Polsek terdekat,” ujar Edy Kuswanto.

Sementara itu, orang tua Fahmi mengaku masih terus melakukan pencarian secara mandiri dengan menyusuri rumah teman-teman anaknya.

“Saya masih di perjalanan, terus mencari ke beberapa tempat dan teman-temannya, namun sampai saat ini anak saya belum juga ditemukan. Anak saya meninggalkan pondok pesantren sejak Kamis subuh,” ucapnya dengan nada sedih saat dihubungi awak media, Minggu sore.

Diketahui, pihak Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya baru membuat laporan resmi ke pihak kepolisian setelah lebih dari 24 jam sejak kedua santri dinyatakan tidak berada di lingkungan pondok. Informasi sementara menyebutkan, kedua santri diduga meninggalkan pondok karena aktivitas bermain game di luar lingkungan pesantren dan merasa takut menghadapi teguran dari pihak orang tua.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius terkait sistem pengawasan dan pengelolaan santri di Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya. Sebagai lembaga pendidikan berbasis asrama, pesantren memiliki tanggung jawab penuh atas keselamatan, pembinaan, serta pengawasan santri selama berada di lingkungan pendidikan.

Orang tua wali santri berharap pihak pesantren dapat bersikap terbuka, memberikan klarifikasi terkait mekanisme pengawasan yang diterapkan, serta bertanggung jawab penuh hingga kedua santri ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kami hanya berharap anak-anak kami ditemukan dalam keadaan sehat dan dapat kembali melanjutkan pendidikan agama sesuai harapan,” ungkap orang tua wali santri.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya menghubungi pihak pengelola Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya untuk mendapatkan keterangan resmi, namun belum berhasil.

Pihak keluarga dan aparat setempat mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan kedua santri tersebut agar segera melapor kepada aparat kepolisian terdekat.

Penulis: M. Dahlan

Editor: Media Krimsus86.com

Pos terkait