TINJAU LONGSOR DI TPST BANTARGEBANG, GUBERNUR PRAMONO PASTIKAN PENANGANAN CEPAT DAN DUKUNGAN UNTUK KORBAN

Krimsus86.com, Jakarta – Selasa, 10 Maret 2026 – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3) pagi. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan pascalongsor berjalan cepat, aman, dan berpihak pada keselamatan petugas serta warga sekitar.

Dalam peninjauannya, Gubernur Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah penanganan, termasuk menormalisasi Sungai Ciketing yang sempat tertutup material longsoran.

Berita Lainnya

“Di lapangan tadi saya memutuskan agar Sungai Ciketing segera dinormalisasi. Manfaatnya sangat besar bagi warga, karena jika aliran sungai tertutup, akses jalan di sekitarnya juga ikut terhambat,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan bahwa TPST Bantargebang menerima kiriman sampah dari Jakarta sekitar 7.400–8.000 ton per hari, sehingga perlu dilakukan pemilahan dan pembatasan pengiriman untuk mencegah beban berlebih. Sementara zona 4A sedang dipulihkan, pengiriman sampah dialihkan ke zona 3 dan dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara sebagai solusi pengelolaan sampah jangka menengah. Fasilitas ini diharapkan mampu mengolah sekitar 1.000–1.500 ton sampah per hari setelah tahap uji coba dan persiapan operasional selesai.

Peristiwa longsor di zona 4A TPST Bantargebang diduga akibat hujan ekstrem pada Minggu (8/3) dengan curah hujan mencapai 264 mm per hari. Longsoran menutup jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing sepanjang kurang lebih 40 meter.

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Hingga kini tercatat empat orang meninggal dan lima orang mengalami luka ringan. Pemerintah memastikan seluruh korban mendapat perhatian penuh, termasuk santunan dari BPJS Ketenagakerjaan bagi korban meninggal dan biaya pengobatan serta bantuan sosial bagi warga terdampak.

Penanganan darurat dilakukan oleh tim gabungan lintas instansi, melibatkan Basarnas, Kepolisian Daerah Metro Jaya, TNI, BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, serta aparat wilayah setempat. Evakuasi dibantu 19 unit ekskavator dan tujuh ambulans yang bekerja intensif di lokasi.

Gubernur Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, menstabilkan area longsor, serta memulihkan layanan pengelolaan sampah secepat mungkin.

Sumber: Krimsus86.com – Jawa Barat

Koordinator Wilayah: Wardono Hs., S.E.

Editor: Korwil Jabar

Pos terkait