Krimsus86.com/Karawang —
Suasana malam yang semula tenang di kawasan SPBU Sentul, Cikampek, mendadak berubah mencekam ketika si jago merah tiba-tiba mengamuk pada Selasa (7/10) sekitar pukul 21.40 WIB. Kobaran api dengan cepat melahap salah satu area pengisian bahan bakar, membuat warga dan pengendara yang tengah mengantre berhamburan menyelamatkan diri.
Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi, api diduga berasal dari percikan yang muncul saat sebuah sepeda motor bertangki modifikasi melakukan pengisian bahan bakar. Dalam sekejap, percikan kecil itu berubah menjadi lidah api yang menjilat area sekitar pompa.
“Awalnya cuma percikan kecil, tapi langsung membesar. Orang-orang langsung panik dan lari, takut tangki meledak,” tutur salah satu saksi yang menyaksikan langsung kejadian tersebut dengan wajah masih pucat karena shock.
Saksi lain menyebut, motor yang menjadi sumber api diketahui memiliki tangki modifikasi berkapasitas hingga 30 liter, dan sering kali melakukan pengisian hingga enam kali dalam sehari. Dugaan sementara, adanya kebocoran atau panas mesin nya akibat dari pengisian bahan bakar berlebih menjadi pemicu awal insiden ini.
Petugas SPBU yang tengah bertugas sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam ringan, namun kobaran sudah terlanjur membesar.
Satu unit motor yang terbakar hangus menjadi saksi bisu akibat kejadian tersebut dan juga sebagian area pengisian tampak hangus terbakar.
Meski tidak ada korban jiwa dilaporkan, Warga sekitar masih trauma dengan insiden yang berlangsung begitu cepat dan nyaris memicu ledakan besar.
Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran di bantu kepolisian bersama warga sekitar tengah melakukan upaya pemadaman api dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Malam di Sentul, yang biasanya tenang, berubah menjadi saksi betapa rapuhnya keamanan saat kelalaian kecil bersinggungan dengan bahan bakar yang mudah menyulut api. Kini, puing hitam dan bau bensin menyisakan peringatan keras bahwa satu percikan saja bisa mengubah segalanya menjadi bencana.
(Red)*






